Korea Utara: 'Peluncuran rudal di atas Jepang cuma langkah pertama operasi militer'

rudal korut Hak atas foto KCNA
Image caption Korut juga mengulangi ancaman untuk menembakkan ke pulau Guam, tempat pangkalan militer AS di Pasifik.

Korea Utara mengatakan peluncuran rudal yang melintasi wilayah udara Jepang adalah 'langkah pertama' operasi militer mereka di Pasifik

Pemimpin Korea Utara menyebut uji coba itu sebagai sinyal untuk meluncurkan rudal yang lebih banyak lagi.

Media pemerintah Korut juga mengulangi ancaman untuk menembakkan ke pulau Guam, tempat pangkalan militer AS di Pasifik.

Rudal Korut yang diluncurkan pada Selasa melintasi pulau Hokkaido di utara Jepang, sebelum akhirnya jatuh ke laut.

Walaupun dilaporan tidak ada kerusakan, pemerintah Jepang telah memperingatkan warganya agar berhati-hati.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut peluncuran rudal Korut itu merupakan 'ancaman serius yang tak pernah terjadi sebelumnya.'

Hak atas foto KCNA
Image caption Menurut Korut, peluncuran rudal itu sebagai tanggapan langsung terhadap latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang saat ini sedang berlangsung.

Tindakan Korut itu melahirkan kecaman dunia, termasuk dari Dewan Keamanan PBB, yang dalam sidangnya pada Selasa, menyebutnya sebagai 'hal yang keterlaluan.'

Dan lebih dari itu, DK PBB menuntut Korea Utara agar menghentikan uji coba rudalnya.

Walaupun menyebut tindakan rezim Pyongyang itu merupakan ancaman bagi semua anggota PBB, tidak ada ancaman pemberian sanksi baru terhadap negara itu.

Bagaimanapun, Rusia dan Cina mengatakan aktivitas militer AS di kawasan tersebut merupakan salah-satu penyebab meningkatnya ketegangan. Mereka kemudian mendesak dibukanya perundingan.

Korea Utara telah berulang kali melakukan uji coba peluncuran rudal, meskipun PBB telah melarangnya.

Uji coba terbaru adalah peluncuran rudal Hwasong-12 pada Selasa lalu dari sebuah lokasi di dekat Pyongyang.

Rudal itu menempuh jarak sekitar 2.700 km dan melintas di atas wilayah Jepang, yaitu di kawasan Hokaido, sebelum jatuh ke laut sekitar 1.180km dari pantai timur Jepang.

Menurut Korut, peluncuran rudal itu sebagai tanggapan langsung terhadap latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang saat ini sedang berlangsung.

Kantor berita Korut, KCNA, mengutip pemimpin Kim Jong-un, mengatakan bahwa, uji coba peluncuran rudal itu "seperti perang yang sebenarnya".

Dia juga mengatakan uji coba itu merupakan latihan terakhir sekaligus "langkah pertama operasi militer Korut di Pasifik dan pendahuluan sebelum menyerang Guam" .

Kim juga memerintahkan agar digelar lebih banyak latihan uji coba rudal dengan target pulau Guam -pusat militer AS terbesar di Pasifik dan di mana terdapat sekitar 160.000 warga AS.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan peluncuran rudal terbaru Korea Utara sebagai 'penghinaan' terhadap tetangga-tetangganya dan PBB.

Dia menambahkan pemerintah Pyongyang hanya meningkatkan keterasingannya dan 'semua pilihan' tersedia.

Berita terkait