Zanzibar menahan 20 orang atas tuduhan homoseksual

Homoseksual Hak atas foto Getty Images
Image caption Di Tanzania, hubungan seksual pria gay dapat dihukum dengan 30 tahun penjara.

Dua puluh orang telah ditahan di wilayah semi-otonomi Zanzibar atas tuduhan homoseksual, seperti disampaikan polisi setempat.

Dua belas perempuan dan delapan laki-laki dibawa dari sebuah hotel tempat mereka mendapatkan pelatihan mengenai program pendidikan HIV/Aids.

Awal tahun ini, otoritas telah melarang klinik kesehatan swasta memberikan layanan HIV/Aids, karena dianggap mendorong hubungan seksual sesama jenis.

Homoseksual merupakan sebuah kejahatan di Tanzania.

Komandan polisi regional Hassan Ali Nasri mengatakan melalui televisi pemerintah: "Mereka memiliki kaitan dengan homoseksualitas. Kami menahan mereka dan sibuk menginterogasi mereka. Polisi tidak dapat menutup mata terhadap praktik ini."

Pada Jumat lalu (15/09) Deputi Menteri Kesehatan Hamisi Kingwangalla berjanji di depan parlemen untuk "menggunakan seluruh kekuatan untuk melawan kelompok yang mendukung homoseksual di negara kami,"seperti diberitakan kantor berita AFP.

Pada Juli 2016, pemerintah melarang impor dan penjualan pelumas seksual, dengan alasan mendorong homoseksualitas yang dapat menularkan HIV/Aids, jelas Menteri kesehatan Ummy Mwalimu seperti dilaporkan AFP.

Di negara ini, pria gay yang melakukan hubungan seksual dapat dikenakan hukuman penjara sampai 30 tahun.

Meskipun melarang homoseksual, Tanzania masih menjadi negara yang lebih toleran terhadap gay dibandingkan dengan negara Afrika lainnya, tetapi peningkatan retorika anti-gay di kalangan pemerintah telah memicu munculnya diskriminasi.

Pada Juli lalu, organisasi HAM Amnesty International mengatakan otoritas "menahan dan mengadili orang dengan dakwaan terkait homoseksualitas, dan memaksakan pemeriksaan dubur mereka".

Berita terkait