Penghentian izin Uber: Perempuan di London khawatir masalah keselamatan

Uber Hak atas foto EPA

Berita yang menyebutkan Uber kehilangan izin dari Badan transportasi London (TfL) karena masalah keselamatan penumpang dan keamanan di jalanan, menyebabkan sejumlah perempuan ingin mengetahui bagaimana kebijakan itu akan mempengaruhi dompet dan kebebasan mereka untuk memilih waktu dan arah perjalanan.

Keputusan untuk tidak memperpanjang izin Uber setelah perusahaan aplikasi itu tidak layak dan pantas untuk memilikinya. Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan Uber memeriksa latar belakang pengemudinya dan sejumlah laporan pelanggaran serius.

Kekhawatiran mengenai bagaimana Uber menangani dugaan penyerangan juga diangkat oleh Dinas Polisi Metropolitan, menyusul sejumlah kasus seperti seorang pengemudi yang dipenjara karena menyerang seorang perempuan.

Sementara itu, Uber mengatakan pengemudinya harus melewati pemeriksaan keamanan seperti pengemudi taksi berwarna hitam dan taksi yang berukuran lebih mini.

Perusahaan telah mengubah cara orang untuk bepergian dari rumah mereka - hanya dengan memesan taksi melalui sentuhan di aplikasi di telepon seluler.

Dan banyak perempuan mengatakan mereka yakin dengan fitur yang ditawarkannya. Seperti kemungkinan bagi konsumen dan rekan mereka untuk melacak perjalanan dan pengemudi; layanan dari pintu ke pintu yang membuat orang tidak menunggu di jalanan; dan mengetahui siapa yang menjemput mereka.

Pengguna Uber yang terdaftar di London mencapai 3,5 juta, dan banyak orang memiliki layanan ini sebagai alternatif.

"Saya sangat terganggu," kata manajer pemasaran Lisette Henry berusia 26 tahun, menanggapi dihentikannya lisensi Uber. "Kehidupan malam di London merupakan yang terbaik di dunia dan saya pikir itu akan membatasi banyak orang untuk mendapatkan akses ke sana."

Dia mengunakan aplikasi itu setiap akhir pekan, dan mengatakan tergantung pada layanan Uber dari bandara setelah pulang dari tugas kerja.

"Sebagai seorang yang tidak kaya, dan seorang perempuan di London, sesungguhnya saya merasa tidak nyaman naik bus malam atau bahkan naik kereta bawah tanah di malam hari.

Hak atas foto Lisette Henry
Image caption Lisette Henry mengatakan tidak mampu membayar taksi konvensional yang disebut berwarna hitam

"Daerah tempat saya tinggal tidak dilayani kereta bawah tanah di malam hari; bus malam menjadi satu-satunya pilihan bagi saya.

"Kereta bawah tanah malam itu bagus tetapi Anda masih memiliki banyak masalah dengan orang yang mabuk dan melanggar aturan seperti yang ada di bus malam. (Perubahan ini ) akan membatasi saya dan saya tidak akan sering bepergian seperti sebelumnya.

"Saya merasa lebih nyaman karena semuanya terlacak, saya tahu siapa yang menjemput saya, saya tahu siapa mereka, saya tahu berapa nomor telepon mereka."

Hak atas foto Charlie Edmunds
Image caption Charlie Edmunds mengatakan Uber memberikan dia kebebasan

Charlie Edmunds mengatakan layanan dari pintu ke pintu lebih baik dibandingkan berdiri di tengah malam di halte bus.

"Menjadi seorang perempuan dengan beban tambahan untuk menjaga diri Anda agar tetap aman," kata dia.

Mendapatkan taksi dengan sebuah sentuhan pada tombol, dia merasa mengurangi beban tidak hanya tetap aman, tetapi juga terhindar dari penghakiman jika terjadi sesuatu yang buruk.

Tetapi dia merasa keberatan dengan cara perusahan menanggapi kritik kritik mengenai pengemudinya, dan mengatakan bahwa itu harus diselesaikan.

Reaksi media sosial

"Saya beruntung tinggal di zona dua, jika tidak saya harus mencari taksi ke zona tiga dan seterusnya itu benar-benar menyulitkan," kata Tara Patel, seorang akuntan berusia 38 tahun.

Dia ingat beberapa kali ketika dia pulang malam dan tidak ada taksi di sekitarnya.

Dengan layanan pelacakan Uber, keluarganya menjadi tahu di mana dia berada "membuat saya merasa lebih aman," kata dia.

Hak atas foto Tara Patel
Image caption Tara Patel mengatakan fitur pelacak membuatnya merasa lebih aman

Tetapi Uber juga mendapatkan kritik, dan keluhan yang disampaikan seputar masalah keselamatan, seperti dikutip dari keputusan penghentian izin dari TfL, dengan biaya dan keandalan.

Lisa Wilson mengatakan dia pikir aplikasi itu merupakan sebuah "konsep yang bagus" sampai satu malam seorang pengemudi mengambil rute yang tidak dikenalnya ketika menuju rumahnya dan dia melompat di lampu merah, karena "takut akan kejadian terburuk".

"Saya berada di tempat yang tak dikenal," kata dia. "Saya tidak akan atau mengizinkan anak perempuan saya yang berusia 18 tahun menggunakannya lagi."

Pemintaan tinggi dan Kemarahan

Hak atas foto Maya Lorford
Image caption Maya Lorford mengatakan dia memiliki pengalaman biaya Uber yang "keterlaluan".

Maya Lorford mengkritik masalah harga layanan yang melonjak ketika permintaan mencapai puncaknya.

Dia merasa kaget setelah mengetahui memperkirakan biaya perjalanan ke rumahnya setelah bekerja menjadi penjaga anak, dengan menggunakan taksi melonjak sampai tiga kali lipat di malam hari dibandingkan pagi hari.

Maya Lorford mengatakan dia mendapatkan harga yang "keterlaluan" dengan Uber.

"Perkiraan biaya taksi dari tempat saya menjaga anak ke rumah saya sekitar £6-8 ( sekitar RP 100.000 - 143.00)," kata dia.

"Ketika saya mengecek sekitar pukul 23:30 malam itu, harganya telah meningkat menjadi £20-£24 (sekitar RP 358.00-430.000)."

"Saya paham kenaikan harga sedikit pada waktu puncak tetapi dengan 300 % itu keterlaluan."

Rachel mengatakan bahwa dia telah "dikecewakan setiap menggunakan aplikasi", seperti waktu menunggu ataupun harga.

"Saya tidak pernah mendapatkan pengalaman yang bagus dengannya dan itu belum mengalaminya dengan taksi hitam, jaringan jalan dan kondisi pengemudi," kata dia. "Baguslah!"

Izin operasi Uber akan berlaku sampai 30 September, tetapi memiliki waktu 21 hari untuk banding terhadap keputusan TfL pada JUmat dan masih dapat beroperasi ketika proses banding berlangsung.

Sementara itu, penggunanya mengakui bahwa hal itu "tidak sempurna untuk jangka panjang", seperti yang dikatakan Charlie, namun harapannya adalah Uber akan memikirkan kembali bagaimana cara memeriksa pengemudinya.

Dia bukan satu-satunya perempuan yang dengan cemas menunggu hasilnya.

Berita terkait