Pendiri Playboy, Hugh Hefner, tutup usia: 'Playboy bukan majalah seks'

Hugh Hefner Hak atas foto Reuters
Image caption Kesuksesan majalah Playboy membuat Hefner menjadi kaya raya, sehingga menelurkan kerajaan bisnis seperti kasino dan klub malam.

Hugh Hefner, pendiri majalah untuk orang dewasa, Playboy, meninggal dunia pada usia 91 tahun.

Pengelola majalah Playboy mengatakan bahwa Hefner wafat di kediamannya, karena sebab yang alami.

Hefner mulai menerbitkan majalah Playboy di dapur rumahnya pada tahun 1953. Majalah ini untuk konsumsi pria dewasa ini lantas menjadi majalah terlaris di dunia, dan pernah terjual hingga tujuh juta kopi tiap bulannya.

Cooper Hefner, anaknya, mengatakan bahwa kepergian ayahnya akan "dirindukan banyak orang".

Dia mengatakan apa yang dilakukan mendiang ayahnya di bidang media dan budaya telah "memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pada tahun 2012, saat dia berusia 86 tahun, dia menikahi istri ketiganya, Crystal Harris - yang berusia 60 tahun lebih muda darinya.

Cooper juga menganggap ayahnya sebagai pembela kebebasan berbicara, hak-hak sipil serta kebebasan seksual.

Majalah Playboy ikut mendongkrak segala hal yang terkait ketelanjangan, sehingga menjadi sesuatu yang terhormat dalam perkembangan media massa, walaupun kemunculannya bertepatan dengan penolakan peredaran alat kontrasepsi di sejumlah negara bagian AS.

Kesuksesan majalah itu juga membuat Hefner menjadi kaya raya, sehingga menelurkan kerajaan bisnis seperti kasino dan klub malam.

Dalam perjalanannya, Hefner menjadi terkenal karena kehidupannya yang hedonis, mengencani dan menikahi para model Playboy. Pada tahun-tahun berikutnya, dia identik dengan kehidupan pesta liar di rumah mewahnya di Chicago dan Los Angeles.

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Potret Hugh Hefner pada tahun 1970an.

Dia mengaku telah meniduri lebih dari 1.000 perempuan, dan disebut-sebut menggunakan Viagra untuk mempertahankan libidonya.

Pada tahun 2005-2010, acara reality show berjudul "The Girls Next Door" memamerkan gaya hidup Zenit Hefner - dan sejumlah perempuan muda yang mengelilinginya.

Dan di tahun 2012, saat dia berusia 86 tahun, dia menikahi istri ketiganya, Crystal Harris - yang berusia 60 tahun lebih muda darinya.

Walaupun para kritikus menganggap majalah Playboy identik dengan segala hal yang tidak bermoral, sang pendirinya nyaris tidak pernah bersinggungan dengan tudingan itu.

Dia pernah menghadapi tuduhan pencabulan pada tahun 1963 karena menerbitkan dan mendistribusikan majalah Playboy, namun dibebaskan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Hug Hefner pernah menghadapi tuduhan pencabulan pada tahun 1963 karena menerbitkan dan mendistribusikan majalah Playboy, namun kemudian dibebaskan.

Dia pernah menghadapi tuduhan pencabulan pada tahun 1963 karena menerbitkan dan mendistribusikan majalah Playboy, namun dibebaskan.

Dalam perjalanannya, majalah ini melakukan wawancara yang terkenal, yaitu mewawancarai antara lain pegiat hak asasi manusia, Martin Luther King Jr, penyanyi John Lennon, dan pemimpin revolusioner asal Kuba, Fidel Castro.

"Sejujurnya, saya tidak pernah memikirkan Playboy sebagai majalah seks," kata Hefner kepada CNN pada tahun 2002. "Saya selalu menganggapnya sebagai majalah gaya hidup dimana seks merupakan salah satu unsur penting."

Topik terkait

Berita terkait