Mengapa saya tidak ingin berhubungan seks dengan pria yang saya cintai?

Stacey

Diperkirakan antara 1% - 3% dari populasi manusia adalah aseksual, artinya mereka tidak merasakan ketertarikan seksual terhadap orang lain.

Selama bertahun-tahun Stacey bingung mengapa dia tidak pernah ingin tidur dengan siapa pun, bahkan suaminya. Ia pun mendapatkan penjelasan dari dokternya. Seperti dikisahkannya berikut ini.


Untuk masa yang sangat lama saya pikir saya adalah manusia yang rusak secara mental atau fisik: saya pikir merupakan hal yang tidak normal bahwa saya tidak ingin berhubungan seks dengan orang lain.

Teman saya bisa berbicara tentang pacar mereka atau selebritas yang mereka ingin ajak tidur, sementara saya sekali tidak memikirkan siapa pun secara spesifik terkait urusan seks.

Ketika saya berusia awal dua puluhan, saya baru mulai memperhatikannya, tapi saya tidak berbicara kepada siapa pun karena saya pikir, "Mereka akan menganggap saya sangat aneh," jadi saya diam saja.

Aseksualitas memiliki spektrum yang luas sehingga walaupun saya tidak tertarik secara seksual pada orang-orang, saya bisa sangat tertarik secara romantis kepada mereka.

Image caption Sophie Jorgensen-Rideout dan George Norman sama-sama aseksual dan mereka berkencan.

Saya bertemu pacar saya -yang sekarang menjadi suami saya- ketika saya berusia 19, dan saya tidak tahu apa itu aseksual pada saat itu, jadi saya pikir saya gila atau benar-benar berada abnormal atau semacamnya.

Pada saat itu saya berpikir, "Saya sangat mencintai pria ini, dan jika ia melamar, saya akan mengatakan ya karena saya tahu saya ingin menghabiskan sisa hidup saya bersamanya, jadi mengapa saya tidak ingin tidur dengannya? Gila sekali.

Kami lalu melakukan semacam perjalanan penemuan bersama, saya dan suami. Dia sangat sering mengucapkan, "Saya jatuh cinta pada kamu. Jadi saya akan menunggu sampai kapan pun."

Dia benar-benar mendukung dan tidak pernah mencoba membuat saya melakukan apapun yang tidak saya sukai.

Norma masyarakat menunjukkan bahwa seks dan anak-anak adalah masa depan dari sebuah hubungan dan semua teman saya menikah dan melahirkan bayi. "Ya Tuhan, ada ekspektasi bahwa saya harus tidur dengan suami dan memiliki anak."

Saya mulai mengalami mimpi buruk berulang bahwa suami saya akan meninggalkan saya untuk seseorang yang persis seperti saya tapi akan tidur dengannya. Saya sampai di suatu titik di mana kecemasan saya hampir tidak tertahankan.

Saya berpikir, "Saya harus menyelesaikan masalah ini, saya harus mencari tahu apa yang terjadi."

Pada saat itu saya berusia sekitar 27 atau 28 tahun.

Saya membuat kesalahan besar ketika mencari di internet tentang alasan medis yang mungkin menyebabkan dorongan seks rendah. Itu adalah kesalahan, kesalahan mutlak. Ada banyak hal kecil yang mudah diperbaiki seperti kadar hormon, tapi yang menarik perhatian saya adalah tumor otak.

Saya langsung berpikir, "Oh tidak, saya sekarang karena tumor otak."

Saya menemui dokter dan saya berkata, "Begini, apakah ini serius? Apakah saya akan mati?"

Dia berkata, "Tenanglah, mungkin Anda hanya aseksual."

Saya seperti, "Apa itu? Apa?

Dia kemudian menunjukkan kepadaku beberapa situs -dan rasanya saya seperti menemukan orang-orang seperti saya, ini sangat menggairahkan.

Saya belum pernah mendengar istilah "aseksual" sebelumnya.

Saya melakukan beberapa penelitian lagi dan saya mulai merasa jauh lebih nyaman dengan diri saya, jadi saya berbicara dengan suami saya tentang hal itu dan saya berkata, "Label ini memang semacam melepas semua beban secara permanen."

Dan dia hanya berkata, "Yah, saya juga menganggapnya demikian, jadi tidak apa-apa."

Dia benar-benar hebat, dia begitu penuh pengertian. Saya suka berpikir itu karena kepribadian saya yang menyenangkan yang membuat dia berpikir, "Saya harus mempertahankan orang ini."

Saya tidak pernah merasakan apa yang kebanyakan orang akan gambarkan sebagai gairah seks dan jika pun saya pernah merasakan suatu firasat akan hal itu, hanya sangat, sangat kecil, seperti gatal yang perlu saya garuk.

Ini adalah proses yang sangat biologis bagi saya, bukan semacam gairah, jika itu masuk akal. Dan saya tidak ingin melibatkan orang lain, bahkan suami saya sendiri.

Ini seperti, "Yah,, beginilah rasanya, saya harus menghadapinya."

Saya hampir mengingkarinya

Hak atas foto Getty Images
Image caption 1% - 3% persen dari populasi adalah aseksual.

Pengakuan orang-orang tentang aseksualitas

"Saya berusia 60 tahun dan tidak pernah bertemu dengan orang lain yang aseksual. Saya bahkan belum pernah mendengarnya diakui secara umum." - Lucy

"Ketika saya pertama kali mengetahui bahwa saya aseksual, saya mencoba memberi tahu ke beberapa orang, dan sementara beberapa orang sangat terbuka terhadapnya, saya mendapatkan beberapa reaksi yang sangat negatif. Ketika tahu saya tidak perah mengalami seks. rekan-rekan dari tim olahraga universitas saya mengatur agar saya keluar malam untuk 'membantu' saya bercinta, dan bukannya membayangkan bahwa itu karena aseksualitas saya." - Scott

"Saya mendapat cemoohan, ketidakpercayaan dan pandangan jijik ketika saya menceritakan aseksualitas saya kepada orang lain. Orang mengatakan kepada saya bahwa 'ini mengada-ada' dan 'saya melakukannya untuk mendapat perhatian.' Sekarang saya baru mulai memikirkan diri saya sebagai manusia utuh, tanpa merasa sebagai manusia yang tidak lengkap'." - Anonim, 14 tahun

"Saya tidak memiliki masalah dengan kontak fisik, hanya saja saya tidak melihat orang lain sebagai mangsa seksual... Meskipun saya belum pernah membahas hal ini dengan ibu saya yang luar biasa, dia tidak buta terhadap kenyataan bahwa saya hidup bahagia sendirian, bebas dari anak dan tidak tertarik untuk berkencan. Dia bahkan sempat hampir menangis, khawatir bahwa -dan saya kutip - 'Mungkin itu akibat yang saya lakukan yang membuat kamu … tidak normal." - Dani


Hak atas foto Aven
Image caption Akseksualitas mulai banyak dikaji oleh para ahli dan juga sudah ada Aven, situs yang mewadahi orang-orang yang aseksual.

Aseksualitas adalah spektrum dan ada banyak orang aseksual yang, begitu mereka membangun hubungan dengan seseorang, merasa nyaman berhubungan seks dengan mereka. Tapi bagi saya, kapan pun sayamendekat, seluruh tubuhku seperti, "Tidak, tidak, terima kasih, hentikan itu sekarang, saya tidak memiliki gairah itu."

Hanya saja hal-hal tentang anak-anak - orang-orang yang saya beritahu hampir selalu mengatakan, "Ya Tuhan, tapi bagaimana Anda akan punya anak?"

Begini, ada banyak cara supaya saya punya anak jika saya ingin, jadi bukan sama sekali tidak mungkin.

Saya baru tahu tentang aseksualitas sekitar tiga atau empat tahun.

Saya suka label ACE (singkatan dari 'aseksual') Saya merasa cukup menyamankan, dan ini benar-benar membantu saya memahami siapa diri saya, bagaimana saya berperilaku dan bagaimana pikiran saya bekerja.

Saya merayakan diri saya sebagai seorang ACE, saya cukup bangga akan hal itu. Dan saya suka membicarakannya karena saya ingin lebih banyak orang memahaminya dan tidak menghakimi orang karena tidak ingin melakukan hubungan seks.

Saya pikir jika saya tahu aseksualitas pada saat saya berumur 18 atau 19 tahun, kesehatan mental saya bisa jadi jauh lebih baik.

Lucunya, sebelum saya menemukan aseksualitas suami saya biasa memanggil saya Stace Ace.

Berita terkait