Belajar memasak sambil berbahasa Prancis di tengah Jakarta

prancis, masak, makanan Hak atas foto IFI
Image caption Koki Nabil Jaghdour memperagakan cara memasak kuliner Prancis di Institut Francais Indonesia, Jakarta.

Sambil memperagakan cara memotong udang, bawang putih, dan daun parsley, koki Nabil Jaghdour memberikan instruksi kepada murid-muridnya di kelas kursus memasak sambil berbahasa Prancis.

Dengan aksennya yang khas, pagi itu di ruangan Institut Francais Indonesia di Jakarta Pusat yang telah disulap menjadi dapur modern, Nabil mengajarkan cara membuat semacam roti dalam rendaman sup udang khas Kota Lyon, Prancis.

"Kami memberikan peragaan dua resep yang berbeda. Biasanya kami membuat hidangan pembuka dan hidangan utama atau hidangan utama dan sajian penutup. Jadi kami memperagakan pembuatan hidangan tersebut, mengajarkan kepada para murid cara membuat hidangan dengan baik. Lalu mereka belajar mempraktikkannya di meja dapur," papar Nabil.

Kursus memasak sambil berbahasa Prancis telah diadakan Institut Francais Indonesia atau IFI sejak satu bulan lalu. Sejauh ini, animonya cukup tinggi. Widya dan Dita, misalnya. Kedua kakak beradik ini sengaja datang untuk belajar kuliner Prancis selama 2,5 jam.

"Beberapa restoran terbaik di dunia ada di Prancis, jadi mungkin akar budayanya, bahan-bahannya, tekniknya bisa dipelajari di sini sehingga kita nggak perlu ke Prancis,"ujar Dita.

"Ekspektasinya ingin belajar resep masak baru atau teknik memasak baru, lalu melatih bahasa Prancisnya sambil memasak," timpal Widya yang telah mengikuti kursus bahasa Prancis sejak tahap pemula.

Kursus ini memang mengakomodasi peminat kuliner Prancis dari segala kalangan. Karenanya, baik yang telah lancar berbahasa Prancis atau hanya bisa sepatah-dua patah kata bisa berbaur di dapur IFI.

Konsekuensinya, dalam mengajar, Nabil tak melulu berbicara menggunakan bahasa Prancis. Sesekali pemilik restoran Le Monde au Balcon di Jakarta ini memakai bahasa Inggris dan Indonesia agar murid-murid bisa memahami instruksinya.

"Kami menggunakan tiga bahasa. Saya bicara dengan bahasa Inggris, juga sedikit bahasa Indonesia. Kami mencoba sebanyak mungkin berbahasa Prancis, tapi kami harus beradaptasi ketika kami mesti mengejar waktu memasak. Ketika itu terjadi, kami berbahasa Inggris dan Indonesia agar semua bisa mengerti dengan jelas. Namun, jika waktu tersedia cukup banyak, saya akan mengajarkan kata-kata serta kalimat Prancis."

Hak atas foto IFI
Image caption Nabil Jaghdour berinteraksi dengan bahasa Prancis, Inggris, dan Indonesia dengan murid-muridnya.

Bagian dari warisan budaya dunia

Ketertarikan publik Indonesia terhadap kuliner Prancis itulah yang dimanfaatkan IFI untuk menggelar kursus memasak sembari berbahasa Prancis.

Lagipula, kuliner Prancis telah ditasbihkan sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

"Kuliner Prancis telah terdaftar dalam warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Kuliner adalah bagian penting dari budaya Prancis, seperti cara memasak, cara menata meja. Yang ingin kami lakukan di IFI adalah mempromosikan kuliner Prancis karena kami telah memperhatikan bahwa banyak orang Indonesia ingin tahu lebih banyak soal kuliner Prancis. Untuk itu kami memutuskan untuk mengadakan kursus ini agar kuliner dan budaya Prancis dapat diakses semua orang," kata Arnaud Rivoire, selaku direktur IFI.

Pandangan bahwa kuliner adalah bagian dari budaya Prancis juga disuarakan koki Nabil Jaghdour.

"Tujuan dari kursus ini adalah mendidik publik Indonesia mengenai budaya Prancis. Tentu ada banyak cara melakukannya, tapi saya yakin kuliner Prancis adalah salah satu cara terbaik untuk mempromosikan budaya Prancis, sehingga banyak orang mengenal cara kami memasak, cara kami makan, dan cara kami hidup di Prancis."

Hak atas foto IFI

Setelah lebih dari dua jam memasak, aroma sup udang dan sup jamur yang diperagakan Nabil mulai tercium harum. Padahal, bumbunya sama sekali tidak rumit.

Hal itulah, menurut Nabil Jaghdour yang berpengalaman memasak selama 17 tahun di lima benua, yang menjadi ciri khas kuliner Prancis.

"Saya kira kuliner Prancis amat mumpuni dalam menggunakan bahan-bahan masakan berkualitas sangat tinggi, dan membumbuinya dengan sempurna tapi tidak terlalu berlebihan sehingga kualitas alami bahan-bahan makanan dalam suatu hidangan masih dapat dinikmati," kata Nabil sembari memasak.

Setelah semua siap dihidangkan, Nabil memperagakan cara mendekorasi sajian menjadi bentuk seni yang sedap dipandang.

Voila, hidangan siap disantap.Bon Appetit. Selamat makan!

Topik terkait

Berita terkait