Produser Harvey Weinstein bantah memperkosa, sejumlah aktris besar 'jijik'

Harvey Weinstein Hak atas foto AFP
Image caption Harvey Weinstein pendiri rumah produksi Weinstein Company dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah staf perempuan selama hampir tiga dasawarsa.

Produser film terkenal Harvey Weinstein membantah telah memperkosa tiga perempuan, termasuk aktris asal Italia, Asia Argento, setelah sebelumnya sejumlah aktris besar mengaku 'jijik' atas dugaan pelecehanseksual yang telah dilakukannya selama 30 tahun.

Bantahan itu dikeluarkan setelah muncul tudingan yang dimuat di majalah terbitan Amerika Serikat, The New Yorker.

"Segala tuduhan terkait dengan hubungan seks yang dilandasi pemaksaan dibantah tegas oleh Weinstein," kata juru bicara Weinstein, Sallie Hofmeister.

Dalam laporan majalah itu disebutkan pula bahwa 16 eksekutif dan asisten di perusahaan Weinstein, baik yang sudah mantan maupun yang masih aktif, mengatakan kepada The New Yorker "mereka menyaksikan atau mengetahui pelecehan seksual yang tak diinginkan dan penggerayangan di berbagai acara yang ada kaitannya dengan film Weinstein dan di tempat kerja".

Sebelumnya sejumlah aktris Hollywood yang menjadi korban pelecehan seksual produser terkenal Harvey Weinstein dan beberapa bintang Hollywood lain buka suara soal tudingan yang mengakibatkan pria itu dipecat dari perusahaannya.

Artis Inggris Romola Garai buka suara soal pelecehan seksual yang ia dapat dari Weinstein, demi 'mendapatkan persetujuan' untuk perannya dalam sebuah audisi film ketika ia masih berusia 18 tahun.

Ia mengatakan kepada The Guardian bahwa dia merasa 'dilecehkan' setelah diminta mendatangi Weinstein di kamar hotelnya dan mendapati Weinsten hanya mengenakan jubah mandi.

"Itu memalukan bagi saya," katanya, menambahkan, "Itu merupakan penyalahgunaan kekuasaan."

Pemenang piala Oscar Kate Winslet memuji orang seperti Garai - yang buka suara soal pelecehan seksual yang dilakukan Weinsten.

Kepada Variety, Kate Winslet mengatakan bahwa orang seperti Garai 'sangat berani,' dan ia 'merasa terguncang mendengarnya.'

Emma Thompson, Mark Ruffalo dan Seth Rogen adalah beberapa aktor terkemuka lainnya yang mengungkapkan sentimen serupa.

Para perempuan 'pahlawan'

Aktris Inggris yang kerap muncul di film-film Hollywood, Judi Dench, menyatakan bahwa ia kaget dan sebelumnya dia 'sama sekali tidak menyadari' kejadian 'mengerikan' tersebut.

Perempuan berusia 83 tahun ini memuji orang-orang yang sudah berani berbicara soal pelecehan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini.

"Saya menyampaikan simpati saya kepada mereka yang telah menderita, dan dukungan sepenuh hati saya kepada mereka yang telah berbicara," katanya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Akrtis Judi Dench bersama Harvey Weinsten pada 2015.

Legenda Holywood langanan Oscar, Meryl Streep mengatakan kepada Huffington Post bahwa dia 'sangat jijik' mendengar perbuatan 'tercela' tersebut.

Dia lantas memuji 'kaum perempuan pemberani yang mau mengekspos pelecehan seksual ini,' menyebut mereka sebagai 'para pahlawan.'

Tuduhan Weinstein telah memicu perdebatan sengit tentang penyalahgunaan kekuasaan di Hollywood dan sekitarnya.

Pernyataan Streep ini merupakan tanggapan atas kecaman, bahwa tokoh-tokoh terkemuka Hollywood tetap bungkam tekait tuduhan terhadap Weinstein muncul di New York Times pada hari Jumat.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Streep dan Weinstein bekerja sama dalam beberapa film, termasuk The Iron Lady.

Streep mengatakan bahwa dia ingin menjelaskan bahwa 'tidak semua orang' mengetahui tentang dugaan tersebut, termasuk dirinya sendiri.

Streep bekerja dengan Weinstein dalam film-film seperti The Iron Lady dan August: Osage County dan dengan bergurau menyebutnya sebagai "Tuhan" dalam pidato ketika ia memenangi Oscar pada tahun 2012.

Menurut Streep, dengannya Harvey bersikap profesional.

Meryl Streep mengatakan ia tidak tahu tentang pertemuan-pertemuan Weinsten dengan para aktris dan kolega di kamar hotelnya, atau pemaksaan yang tidak pantas lainnya.

"Dan jika semua orang tahu, semua reporter investigasi di bidang hiburan dan media lainnya pasti tidak akan mengabaikannya selama bertahun-tahun,d an pasti sudah menulis tentang hal itu."

Dia menambahkan: "Tingkah lakunya tidak bisa dimaafkan, tapi penyalahgunaan wewenang memang sudah sangat biasa. Karenanya setiap suara yang berani mengangkatnya, kemudian didengar dan ditindak-lanjuti oleh lembaga pengawas kita seharusnya bisa mengubah keadaan."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Artis Emma Thompson menyebut Weinsten sebagai pria pemangsa.

Weinstein mendapat gelar kehormatan CBE (Commander of the Order of the British Empire) dari Ratu Elizabeth II pada tahun 2004 atas kontribusinya terhadap industri dunia film Inggris. Banyak pihak yang kemudian menuntut gelar kehormatan ini untuk dicabut.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa dia telah menyatakan 'keprihatinan' tentang hal itu, namun mengatakan pencabutan gelar kehormatan ini bukan wewenang kantornya, melainkan Honours Forfeiture Committee, di mana setiap kasus "dipertimbangkan berdasarkan manfaatnya ".

"Pria pemangsa"

Berbicara sebelumnya pada hari Senin, aktris Inggris Emma Thompson mengatakan bahwa dia senang kisah itu akhirnya diketahui publik. Ia menyebut Weinstein adalah "pria pemangsa".

"Perilaku laki-laki pemangsa ada dimana-mana, tidak hanya di industri perfilman," aktris dan penulis skenario tersebut mengatakan kepada BBC.

"Mari dukung perempuan-prempuan yang tidak memiliki kepercayaan diri untuk berbicara."

Beberapa bintang pria juga mencela Weinstein dan mengungkapkan dukungan untuk perempuan yang diduga dilecehkan.

"Apa yang Harvey Weinstein lakukan adalah penyalahgunaan kekuasaan yang menjijikkan," kicau aktor Avengers Mark Ruffalo tentang klaim tersebut.

"Saya percaya terhadap semua perempuan yang buka suara tentang pelecehan seksual Harvey Weinstein," tulis Seth Rogen.

'Pria Hollywood perlu berubah secepatnya'

Aktris Rose McGowan, yang diklaim New York Times sudah mencapai kesepakatan hukum dengan Weinstein pada 1997, juga sangat vokal.

"Perempuan-perempuan Hollywood, sikap diam Anda memekakkan telinga," kicaunya dalam akun Twitternya pada hari Sabtu, Ia lantas mengatakan kepada Hollywood Reporter bahwa "para pria Hollywood perlu berubah secepatnya"

Ketika klaim tersebut pertama kali dilaporkan di New York Times, Weinstein mengeluarkan sebuah pernyataan permintaan maaf.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rose McGowan adalah salah satu artis yang vokal terhadap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Weinsten.

"Saya paham cara saya berperilaku dengan rekan kerja di masa lalu telah menyebabkan banyak rasa sakit, dan saya dengan tulus meminta maaf untuk itu," tulisnya.

Tapi dia kemudian membantah artikel tersebut, bahkan salah satu tim hukumnya mengklaim bahwa laporan surat kabar itu "penuh dengan pernyataan palsu dan fitnah".

Pengacara Weinstein, Lisa Bloom, mengatakan dalam sebuah pernyataan lain bahwa dia membantah tuduhan tersebut.

Bloom kemudian mengumumkan bahwa dia telah mengundurkan diri sebagai penasihat hukum Weinstein.

Berita terkait