Thailand mengenang setahun wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej

Thailand, Bangkok, Hak atas foto Reuters
Image caption Mendiang Raja Bhumibol Adulyadej amat populer di kalangan rakyat Thailand.

Rakyat Thailand bersama para biksu Buddha di berbagai tempat di Thailand menggelar upacara mengenang satu tahun wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej, Jumat (13/10).

Raja yang amat dihormati rakyat Thailand itu akan dikremasi pada Kamis 26 Oktober di ibu kota Bangkok, yang diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 250.000 rakyat Thailand dengan pengerahan 70.000 aparat keamanan.

Sementara rakyat Thailand diberi kesempatan untuk menyampaikan penghormatan terakhir mulai 25 Oktober maupun setelah upacara kremasi hingga tanggal 29 Oktober.

Peringatan setahun atas wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej antara lain dilakukan oleh sekelompok warga dengan berkumpul di depan Istana Kerajaan.

"Saya tidak ingin upacara kremasi berlangsung, saya tidak siap menghadapinya," kata Kanokporn Chavasith -yang berusia 57 tahun sambil menangis- kepada kantor berita AFP.

Warga lainnya, Chalita U-sap yang berusia 61 tahun menambahkan, "Saya ingin dia bersama kami selamanya."

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga yang berkumpul di pusat meditas Sathira-Dhammasathan Buddhist di Bangkok memotong rambut untuk mengenang wafatnya Raja Bhumibol.

Pada masa-masa berkabung menjelang hari kremasi, sudah diterapkan pengaturan warna pakaian bagi rakyat Thailand, yang dimulai dengan warna-warna lembut -seperti abu-abu, biru muda, hijau muda- atau warna hitam.

Sementara pada hari kremasi tanggal 26 Oktober maka semua rakyat harus mengenakan warna hitam hingga dicabutnya pengaturan masa pakaian pada 30 Oktober mendatang.

Usai kremasi maka penerus Raja Maha Vajiralongkorn akan resmi ditahbiskan walau belum ditetapkan tanggal persisnya.

Bagaimanapun Raja Maha Vajiralongkorn, yang berusia 65 tahun, agaknya masih harus bekerja keras untuk bisa mencapai popularitas yang diraih oleh ayahnya.

Topik terkait

Berita terkait