Pelecehan seksual di industri musik 'sama atau lebih buruk' dari Hollywood

Sarah Bowden
Image caption Sarah Bowden mengatakan salah satu promotor musik ternama pernah bertelanjang di depannya dan meminta berhubungan seks.

Perlakuan serta eksploitasi seksual terhadap kaum perempuan di industri musik 'sama buruknya, atau bahkan lebih buruk' dibandingkan Hollywood, kata salah seorang manajer musik yang makan asam garam industri ini.

Sarah Bowden mengatakan dalam program televisi BBC, Victoria Derbyshire, bahwa dia pernah dipecat setelah menolak tidur dengan seorang manajer dengan iming-iming akan mempromosikannya.

Dia mengatakan bahwa seorang promotor musik ternama pernah bertelanjang di depannya dan meminta berhubungan seks dengannya.

Pria tersebut masih bekerja di industri ini, tambahnya, dan ia yakin bahwa orang itu masih berperilaku sama.

Pengakuan ini muncul setelah sejumlah tuduhan penyerangan seksual diarahkan kepada produser film Hollywood, Harvey Weinstein.

'Hal yang lumrah'

Bowden mengatakan eksploitasi seks seperti itu sudah "menembus ke dasar industri musik" dan seakan merupakan "hal yang lumrah seperti halnya orang bersiul di jalanan."

Pada masa awal menapaki karier, Sarah Bowden diberi tahu bahwa untuk menembus A&R -Artist & Repertoire, perusahaan rekaman yang terkait dengan pencarian dan mengontrak penyanyi baru- dia harus berhubungan seks dengan seorang manajer.

Namun dia menolaknya dan dipecat, tambahnya.

Bertahun-tahun kemudian, setelah berkembang di industri ini, seorang promotor band terkenal pernah telanjang di depannya dalam sebuah festival musik, katanya.

"Dia membawa saya ke sebuah mobil karavan dan menunjukkan badan telanjangnya kepada saya" katanya. Kemudian dia memintanya pula untuk melakukan seks.

"Saya tahu bahwa dia melakukan hal seperti itu pada perempuan-perempuan lainnya, pada hari itu juga. Sekarang pun dia masih bekerja di industri ini."

Namun Bowden menyembunyikan identitas sang promotor.

'Memamerkan' perempuan

Bowden sudah berkiprah di industri ini selama 20 tahun. Ia mengatakan bahwa para perempuan tidak mengungkap hal-hal itu karena mereka merasa tidak ada gunanya.

Menurutnya, dia menyaksikan seorang tokoh senior di industri ini yang menjanjikan pekerjaan atau peran tertentu dalam tur-tur band ternama kepada para perempuan muda dengan imbalan hubungan seksual.

Lelaki itu lalu 'memamerkan' perempuan-perempuan itu, tambahnya, sambil menyebutkan nama-nama artis terkenal pernah bekerja dengan promotor tersebut.

Dia mengatakan pria yang sekarang masih aktif di industri itu, "tidak tahu malu."

Topik terkait

Berita terkait