Mendagri Portugal mundur karena kebakaran hutan yang tewaskan puluhan jiwa

Portugal, kebakaran, hutan Hak atas foto Reuters
Image caption Hujan yang turun dan angin yang melemah membantu para pemadam kebakaran mengendalikan api.

Menteri Dalam Negeri Portugal mengundurkan diri setelah puluhan orang meninggal dunia dalam kebakaran hutan besar.

Dalam surat pengunduran dirinya, Constança Urbano de Sousa, menyatakan dia mundur untuk 'menjaga martabat pribadinya.'

Kebakaran hutan besar yang kedua di Portugal pada tahun ini -setelah kebakaran Juni lalu- menyebabkan 41 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya cedera. Empat orang lainnya meninggal dunia di wilayah Spanyol, yang berbatasan dengan Portugal.

Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, sudah meminta agar pemerintah mendapat mandat kuat untuk menerapkan reformasi penanganan kebakaran hutan dan manajemen hutan guna mencegah insiden serupa terjadi lagi.

Kebakaran hutan pada Juni lalu menyebabkan 64 meninggal dunia dan 250 cedera, yang sejauh ini merupakan kebakaran hutan terburuk di Portugal.

Walau presiden merupakan jabatan yang sifatnya lebih seremonial, ia tetap memiliki wewenang untuk membubarkan parlemen.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Constança Urbano de Sousa menyatakan pengunduran dirinya semula ditolak oleh perdana menteri.

Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Constança Urbano de Sousa membawahi Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Perlindungan Sipil. Kedua badan itu mendapat kecaman meluas dalam menangani kebakaran hutan.

Saat kebakaran hutan Juni lalu, juga muncul seruan agar de Sousa mundur namun dia bertahan sebelum akhirnya mundur pada Rabu (18/10).

De Sousa mengatakan Perdana Menteri António Costa awalnya sempat menolak pengunduran dirinya namun dia menegaskan merasa tidak ada 'kondisi politik dan pribadi' baginya untuk meneruskan jabatan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Upaya menangani kebakaran hutan di Portugal -baik yang terbaru dan Juni lalu- dikecam secara meluas.

Hingga kini kebakaran masih belum padam total namun hujan sepanjang Selasa (17/10) malam dan angin yang melemah membantu para pemadam kemabaran untuk mengendalikannya.

Pihak berwenang mengatakan bahwa 15 kebakaran terbesar sudah berhasil dikendalikan dan kondisi siaga sudah diturunkan satu tingkat.

Sebagian korban yang meninggal -termasuk seorang bayi berusia sebulan- sedang berada di dalam mobil dan sebagian lainnya berada di rumah mereka.

Topik terkait

Berita terkait