'Saya gay, dan saya mendapat serangan seksual dari seorang perempuan'

Frank McGowan
Image caption Frank McGowan mengalami gangguan stres setelah mengalami penyerangan seksual oleh seorang perempuan.

Seorang sutradara film, Frank McGowan mengaku mengalami serangan seksual dari seorang perempuan dalam sebuah pesta di Glasgow tahun 2015 silam.

Dia mengatakan awalnya ia tidak merasa terancam karena waktu itu penyerangnya, Cheryl Cottrell, adalah seorang perempuan.

Sejak peristiwa itu, McGowan, seorang gay, berjuang melawan gangguan stres pasca trauma (PTSD) dan dorongan untuk bunuh diri.

Sang penyerang, Cheryl Cottrell, 29 tahun, menjalani sidang di Pengadilan Glasgow Sheriff pada bulan Agustus. Ia dimasukkan ke dalam status pelaku penyerangan seksual, dan dijatuhi hukuman kerja sosial selama 120 jam.

Lembaga yang menangani soal pelecehan seksual Rape Crisis Scotland mengatakan, sebanyak satu persen korban yang meminta bantuan kepada mereka adalah kalangan yang dilecehkan oleh perempuan.

Peringatan: paparan ini berisi rincian kekerasan

Frank, 36 tahun, sebetulnya berhak menyembunyikan identitasnya sebagai korban kejahatan seksual. Namun dia memutuskan membuka identitasnya untuk mendorong agar para korban pelecehan seksual lainnya berani berbicara.

Ia berkisah bahwa merupakan hal yang biasa ketika sedang duduk lalu merangkul, dan itu tidak masalah," katanya.

Tapi kali itu lain, kata dia.

"Saya sudah memberitahu segera bahwa saya adalah seorang gay, tapi dia tidak percaya. Tangannya terus menggerayangi saya, memainkan puting saya lalu menggigit telinga saya."

Image caption Frank dinominasikan meraih penghargaan Bafta untuk karyanya Looking After Mum.

Frank, yang dinominasikan meraih penghargaan Bafta untuk karyanya Looking After Mum, mengatakan situasinya menjadi lebih parah lagi karena si penyerang kemudian minum alkohol lebih banyak lagi.

"Suatu waktu, ada yang jatuh dari meja, saya membungkuk untuk mengambilnya. Celana saya sangat longgar dan belahan bokong saya terlihat. Dia langsung mencengkeram saya dan merogoh ke bagian dalam celana, lalu dengan kasar jari-jarinya menggerayangi alat vital saya. Saya kaget."

"Memang itu tidak berlangsung lama, tapi saya langsung meronta dan berkata, 'Apa-apaan ini?'

"Situasinya tidak enak, menyakitkan, agresif dan trus menempel di pikiran."

Image caption Stres dan trauma yang dialami Frank membuatnya harus istirahat dari kegiatan pembuatan film.

Frank mengatakan sejak serangan itu dia mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD) dan kepanikan yang parah. Rasa stres dan trauma karena menghadiri pengadilan menyebabkan dia harus istirahat dari kegiatan musik dan pembuatan film.

"Beberapa kali, di pagi hari, saya tidak mampu beranjak sama sekali dari ranjang, rasanya seperti membeku," katanya.

"Saya jadi merasa seakan saya adalah satu-satunya orang yang mengalami hal itu di dunia ini. Terutama sebagai pria, asalnya saya pikir hal ini ini tidak terjadi pada pria lain, tidak mungkin."

Image caption Sejak membuka identitasnya Frank menerima ratusan pesan yang mendukungnya dari orang-orang di seluruh dunia.

Sejak membuka identitasnya, Frank menerima ratusan pesan dukungan dari orang-orang di seluruh dunia.

"Saya cukup beruntung. Karena setelah saya berbicara tentang apa yang terjadi, beberapa pembawa acara terkenal memanggil saya seperti Jeremy Kyle yang mengatakan bahwa saya sangat berani. Lalu mendapat sambutan baik dari Lorraine Kelly, dan Whoopi Goldberg.

"Saya menangis mendengar mereka mengatakan bahwa mereka menghargai saya. Ini menunjukkan dampak yang muncul kalau kita berbagi cerita yang kita derita. Hollywood atau Glasgow, kita semua hanyalah orang biasa."

Topik terkait

Berita terkait