Warga Malaysia yang belanja pakai 'dana yang salah' Rp44 miliar batal diadili

Christine Jiaxin Lee Hak atas foto Getty Images
Image caption Christine Jiaxin Lee menghabiskan hampir 10 miliar untuk barang-barang mewah.

Jaksa Penuntut Umum Australia mencabut tuntutan terhadap seorang perempuan Malaysia yang diduga menarik uang sekitar $4,6 juta atau Rp44 miliar karena kesalahan perbankan.

Christine Jiaxin Lee, yang berusia 22 tahun, diduga telah menghabiskan uang hingga sekitar Rp10 miliar untuk membeli barang-barang mewah, seperti perhiasan dan tas tangan.

Uang itu secara keliru diberikan kepadanya oleh Bank Westpac. Polisi mengklaim penarikan uang yang dilakukan Lee sepanjang 2014 dan 2015 merupakan tindakan melanggar hukum.

Namun demikian, jaksa penuntut umum tidak memberikan alasan pencabutan dakwaan tersebut.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Banyak barang mewah yang dibeli oleh Lee telah disita dan dikembalikan, ungkap pengacaranya.

Pengacara Christine Jiaxin Lee, Hugo Aston, mengatakan dia merasa lega atas keputusan jaksa.

"Dia telah kembali ke Malaysia bersama keluarganya dan dia senang luar biasa karena bisa kembali menjalani kehidupan normal," kata Aston kepada BBC pada Jumat (01/12).

Banyak barang mewah yang dibeli oleh Lee telah disita dan dikembalikan, ungkapnya.

Akses tak terbatas

Bekas mahasiswa Universitas Sydney itu membuka rekening bank pada 2012 dan secara keliru telah diberi akses yang tidak terbatas oleh Bank Westpac

Dana yang mengalir ke rekening Lee itu kemudian ditarik selama 11 bulan sampai bank tersebut menyadari ada kesalahan pada 2015.

Hak atas foto SAEED KHAN/AFP
Image caption Bank Westpac mengatakan pihaknya telah "mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk mengembalikan uang tersebut". Sebuah anjungan uang Bank Westpac di kota Sydney, Australia, 2 November 2014 (foto atas).

Lee ditangkap di bandar udara Sydney, Australia, pada tahun lalu dan dituntut mengambil keuntungan keuangan lewat penipuan walaupun dia menyadari itu merupakan tindakan kejahatan.

Ketika itu, pengacaranya mengatakan kepada pengadilan di Sydney bahwa walaupun Lee tidak jujur, dia tidak melakukan penipuan karena sepenuhnya itu kesalahan bank tersebut.

Juru bicara Bank Westpac mengatakan pihaknya telah "mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk mengembalikan uang tersebut".

Lee, yang sudah lima tahun, tinggal di Australia telah dinyatakan bangkrut.

Pada Mei tahun lalu, majelis hakim mengatakan kepada jaksa bahwa pengeluaran tersebut mungkin tidak ilegal.

Hakim saat itu memutuskan Lee boleh bebas dengan jaminan namun di bawah kondisi yang ketat. Kini Lee sepenuhnya bebas.

Berita terkait