Cina tutup sekolah 'yang ajarkan perempuan untuk tunduk' kepada laki-laki

Ilustasi perempuan Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Institut Fushun menasihati perempuan untuk tidak mendebat suami jika dibentak. (Foto hanya merupakan ilustrasi)

Dengan alasan menabrak nilai-nilai dasar sosialis, pihak berwenang Cina menutup sebuah lembaga yang mengajarkan perempuan agar patuh dan menempatkan diri di bawah kekuasaan laki-laki.

Institut Fushun Kebudayaan Tradisional di Provinsi Liaoning yang ditutup itu berdalih, mereka sekadar mengajarkan 'nilai-nilai tradisonal.'

Biro Pendidikan di Fushun mengunggah pernyataan di Weibo yang menyebutkan bahwa 'ajaran di institut itu bertentangan dengan moralitas sosial dan harus ditutup sekarang juga'.

Pihak berwenang juga menyerukan agar diadakan pemeriksaan luas terhadap lembaga-lembaga serupa.

"Kita harus menghentikan fenomena yang menabrak nilai-nilai inti sosialis," demikian bunyi pernyataan resmi Biro Pendidikan Fushun.

Berhubungan seks dengan tiga pria

Dalam video viral yang diunggah oleh sebuah situs berita Video Pear, seorang guru mengatakan kepada peserta didik perempuan bahwa mereka tidak perlu mencoba meniti karier, dan 'cukup berada di tingkat bawah'.

Diserukan pula agar perempuan mematuhi ayah, suami, dan bahkan anak-anak laki mereka, tanpa kecuali.

'Nasihat' lain yang diberikan kepada perempuan di lembaga itu adalah jangan pernah beradu mulut jika dibentak dan juga jangan pernah bercerai.

Hak atas foto AFP
Image caption Institut Fushun menyarankan perempuan tak perlu meniti karier namun faktanya siswi perempuan berlomba-lomba dapat diterima kuliah di perguruan tinggi.

Dalam video tampak pula para guru memberikan peringatan bahwa jika seorang perempuan berhubungan seks dengan lebih dari tiga orang, maka air mani mereka akan berubah menjadi racun dan mungkin bisa membunuh perempuan itu.

"Apapun yang diminta oleh suami Anda, jawaban Anda seharusnya: 'Ya. Segera," begitulah kata seorang guru laki-laki kepada para muridnya.

Video juga menunjukkan sejumlah perempuan melakukan pekerjaan di rumah seperti membersihkan lantai dan membersihkan WC.

"Jika Anda memesan makanan dan tidak memasak sendiri, maka Anda melanggar ketetntuan yang ditetapkan bagi perempuan," kata guru yang lain.

Penutupan Institut Fushun ini ditentang pleh sejumlah karyawan lembaga pendidikan mereka yang dilaporkan mulai beroperasi tahun 2011 itu. Kepada surat kabar Global Times, mereka menegaskan video kontroversial yang beredar merupakan cermin keliru dari kewajiban institut untuk mempromosikan kebudayaan tradisional.

'Pelajaran moralitas bagi perempuan' kadang-kadang diberikan di sekolah-sekolah dan mengandung kebudayaan tradisional seperti moral Confusius, kaligrafi, dan seni bela diri.

Topik terkait

Berita terkait