Skizofrenia: tak semua penderita gangguan jiwa berbahaya

Alice

Alice, 26 tahun, sudah menikah, ibu dari dua anak perempuan. Dia menderita skizorenia, dan dongkol karena dianggap berbahaya disebabkan oleh kondisinya.

"Salah satu stereotip terbesar tentang orang-orang seperti saya adalah bahwa kami berbahaya atau brutal, padahal kebanyakan dari kami justru sebenarnya manusia rapuh."

Orang-orang seringkali terkejut saat mendengar tentang kehidupan Alice. Dia sering jengkel karenanya.

"Tidak bolehkah seseorang dengan kondisi skizofrenia tinggal di rumah, mengemudi, belajar, punya anak, memiliki kehidupan keluarga?"

Gejala skizofrenia mulai dideritanya saat ia merasa mendengar suara-suara -dan saat pertama kali terjadi, Alice mengira ia mendapatkan kekuatan super.

Tokoh-tokoh kemudian berseliweran di kepala Alice, dan semuanya memiliki nama dan kepribadian sendiri. Akhirnya ia menuangkannya ke dalam aplikasi yang diberi nama "I Hear Voices" -Saya mendengar suara-suara, yang terdiri dari 10 episode.

"Saya menyangka waktu itu bahwa saya bisa membaca pikiran orang-orang dan saya memiliki kekuatan baru yang super, atau semacamnya."

"Ini masalah jangka panjang yang serius, sejenis psikosis atau gangguan mental yang menyebabkan penderitanya terkadang tidak bisa membedakan yang nyata dengan yang tidak."

"Saya sering dilanda ketakutan, saya diliputi kecemasan. Saya merasa seolah-olah sebagian besar orang ingin menyakiti saya atau berbuat buruk kepada saya."

"Saya juga bisa menjadi liar dan meledak-ledak."

Kondisi psikosis ini sering membuat Alice berada dalam posisi sulit.

"Rasanya seperti sedang bermimpi, tapi sebenarnya terjaga," katanya.

"Dalam mimpi, apapun dipercaya. Semua peristiwa berlompatan berubah-ubah , dari hal satu ke yang lainnya. Salah satunya terjadi saat pertama kali bertemu suami saya di hari ulang tahunnya yang ke 21."

"Tiba-tiba saya terbangun di pagi hari, ingin pergi berlibur."

"Saya lalu ke bandara, dan membeli tiket. Dan saya mendapat tiket sekali jalan ke suatu tempat di Mesir."

"Untung ada orang mencegah saya naik pesawat karena saya menari-nari di terminal keberangkatan."

Episode psikosis mulai diderita Alice saat ia mulai mendengar suara-suara, dan jika ia mengabaikannya, ia justru berada dalam risiko tinggi. Suara-suara itu sering seperti orang sungguhan.

"Ada yang namanya Donna yang posisinya begitu hebat, sangat superior. Semua yang tidak seperti dirinya dianggapnya menjijikan."

'Kamu tidak berharga, bagaimana kamu bisa menyebut diri seorang perempuan?' Begitu kata suara yang disebut Donna.

"Saya tidak melihat Donna sebagai seorang manusia, saya melihatnya sebagai warna. Warna hitam dan hijau keruh.

"Tapi saya juga memandangnya sebagai tindakan, seperti sedang meremas kain. Remasan tangan itu saya kaitkan dengan frustrasi saya terhadapnya. Tindakan itu benar-benar sesuai dengan perasaan saya terhadap Donna.

"Tidak ada yang saya sukai dari Donna, dia membuat saya merasa tidak nyaman di tubuh saya sendiri."

Topik terkait

Berita terkait