Tulis nama gurumu: Soal yang tidak biasa dalam ujian di Cina

Cina, Sichuan, guru Hak atas foto 四川文化传媒职业学院
Image caption Jika salah menulis nama guru, maka nilai akhir dari murid bersangkutan akan dikurangi 41 angka.

Sebuah akademi di Cina mengundang kontroversi karena mengajukan pertanyaan yang tidak biasa dalam ujian akhir sekolah, yaitu apakah mereka memang mengenal guru masing-masing.

Para murid di Akademi Kejuruan Budaya dan Komunikasi di Sichuan, Cina barat daya -seperti dilaporkan koran China Youth Daily- diberi foto tujuh orang dan diminta untuk memilih yang mana guru mereka dan menuliskan namanya.

Yang menjawab benar tidak mendapat nilai tambahan namun yang jawabannya salah atau tidak menjawab akan mendapat sanksi berat: pengurangan 41 angka dari total nilai ujian yang diperoleh.

Angka yang dikurangi itu -menurut koran nasional China Daily- mencapai sekitar 30% dari nilai total ujian.

Salah seorang guru di akademi itu, Hu Teng, mengatakan kepada BTime bahwa untuk pertama kalinya soal ujian seperti itu dimasukkan ke dalam ujian sekolah.

"Tujuan awalnya adalah untuk mengkaji sikap umum murid terhadap proses belajar. Jika mereka tidak bisa mengingat nama gurunya, maka jelas mereka sama sekali tidak tertarik dengan pelajarannya."

Hak atas foto Beijing News
Image caption Universitas Komunikasi di Beijing menggunakan sistem pengenalan wajah untuk absensi mahasiswa guna mencegah bolos.

Soal ujian tentang nama guru ini jelas memicu perhatian dari para pengguna media sosial.

Beberapa pengguna Sina Weibo berpendapat pertanyaan itu 'tidak bermutu' walau mengakui bahwa mereka tidak tahu atau tidak bisa menulis karakter dari nama gurunya.

Namun jelas ada juga yang mendukung keputusan tersebut. "Mengingat nama seseorang adalah penghormatan yang mendasar," tulis seseorang.

Yang lainnya berpendapat, "Jika murid tidak berada di dalam kelas, tentu saja mereka tidak tahu nama gurunya, jadi itu pertanyaan yang baik!"

Beberapa sekolah menengah dan universitas di Cina juga berupaya untuk mengatasi murid-murid yang sering membolos, antara lain sebuah universitas yang memasang sistem pengenalan wajah di ruang kelasnya pada Oktober lalu.

Dengan sistem yang dipasang di enam ruang kuliah, maka mahasiswa Universitas Komunikasi di Beijing diharuskan berdiri di depan kamera komputer saat mau ikut kuliah.

Foto mereka diabadikan dan hanya dalam beberapa detik dicocokkan dengan data umum mahasiswa bersangkutan sebagai daftar absensi, yang sebelumnya mengunakan cara tradisional tulisan yang bisa dimanipulasi.

Topik terkait

Berita terkait