Mesin penjawab Gedung Putih ikut-ikutan menuding Partai Demokrat

Gedung Putih
Image caption Sambungan telepon ke Gedung Putih cukup sibuk pada akhir pekan namun BBC akhirnya bisa merekam pesan yang tidak biasa itu.

Gedung Putih mengubah rekaman pesan dalam mesin penjawab telepon dengan menuding lawan politik Presiden Donald Trump sebagai alasan tidak bisa menjawab langsung panggilan telepon.

Pemerintah Amerika Serikat saat ini sedang menghentikan layanan umumnya atau yang disebut shutdown sehingga beberapa kantor pemerintah federal tidak bekerja.

Namun para penelepon ke Gedung Putih akhir pekan ini mendapat pesan bahwa Partai Demokrat -saingan Partai Republik yang mendukung Presiden Trump- adalah biang kerok masalah itu.

Pesan yang direkam menyebutkan panggilan tidak bisa dijawab karena Demokrat 'menyandera' anggaran pemerintah.

"Disayangkan kami tidak bisa menjawab telepon Anda hari ini karena anggota Kongres dari partai Demokrat menahan anggaran pemerintah, termasuk anggaran untuk pasukan kita dan prioritas-prioritas keamanan nasional lainnya, disandera karena perdebatan tentang imigrasi yang tidak ada kaitannya," kata rekaman tersebut.

"Karena gangguan itu, pemerintah tutup."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Maka para turispun tidak bisa ke Patung Liberty karena penutupan layanan umum pemerintah federal.

Pesan itu amat tidak biasa sampai situs internet penguji kebenaran fakta, Snopes, mencobanya langsung dan mengukuhkan bahwa memang pesan tersebut benar ada. Belasan wartawan juga melakukan panggilan telepon ke Gedung Putih untuk membuktikannya dengan merekamnya,.

Namun saluran telepon tersebut sibuk pada akhir pekan sehingga BBC harus melakukan beberapa panggilan telepon sebelum akhirnya bisa merekam pesan yang tidak biasa itu.

Beberapa warga mengecam ungkapan kemarahan Presiden Trump yang memperlihatkan keberpihakan dari layanan umum. Pengguna Twitter, Elizabeth West, mempertanyakan dasar hukum yang dilakukan Gedung Putih.

Sementara Joyce Alene menyebut 'jelas bahwa mereka hanya memerintah untuk mereka sendiri dan tidak peduli dengan kejujuran...'

Penutupan layanan umum pemerintah Amerika Serikat dimulai pada Jumat (19/01) tengah malam setelah para anggota Kongres tidak berhasil mencapai kesepakatan untuk RUU anggaran pemerintah federal.

Para anggota Kongres menghadapi perbedaan mendalam dalam pendanaan keamanan perbatasan serta imigrasi, juga tentang anggaran militer dan perlindungan atas pendatang tanpa dokumen yang besar di Amerika Serikat.

Senat Amerika Serikat terus bersidang sepanjang akhir pekan untuk mencapai kompromi sebelum minggu kerja dimulai kembali.

Jika tidak tercapai kesepakatan maka ratusan ribu pegawai pemerintah federal akan berada dalam status furloughed atau cuti tanpa bayaran.

Berita terkait