Dunia makin dekat ke kiamat, dua menit menjelang tengah malam

BAS, Jam Kiamat Hak atas foto The Bulletin of the Atomic Scientists
Image caption Buletin Ilmuwan Atom, BAS, mengatakan semakin mendekatnya jam ke tengah malam karena dunia sudah menjadi 'lebih berbahaya'.

Waktu di Jam Kiamat, yang memperkirakan seberapa dekatnya dunia dengan kehancuran oleh manusia sendiri, dimajukan 30 detik sehingga lebih dekat ke tengah malam.

Pergeseran yang membuat semakin mendekatnya dunia ke kehancuran (jam 12) disebabkan oleh keprihatinan akan kemungkinan perang nuklir dan ancaman global lainnya.

Berdasarkan Jam Kiamat maka kini dunai berada hanya dua menit menjelang tengah malam (lambang dari titik kehancuran).

Buletin Ilmuwan Atom, BAS, mengatakan pergeseran itu karena dunia sudah menjadi 'lebih berbahaya'.

Jam yang dibuat oleh buletin tersebut pada tahun 1947 lalu merupakan metafora dari seberapa dekatnya manusia dalam menghancurkan Bumi.

Dengan dimajukan 30 detik, maka dunia berada pada titik terdekat ke kiamat sejak tahun 1953, ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet sama-sama melakukan uji coba bom hidrogen.

Tahun lalu, Jam Kiamat juga dimajukan sekitar 30 detik.

Image caption Untuk kedua kalinya dunia mendekati titik paling dekat ke tengah malam.

Apa penyebab pergeseran?

Saat mengumumkan pergeseran itu di Washington DC, Kamis (25/01), BAS mengatakan keputusan yang diambil 'tidak mudah' dan tidak didasarkan pada satu faktor semata.

Presiden dan Pimpinan Puncak BAS, Rachel Bronson, mengatakan bahwa 'dalam diskusi tahun ini, masalah nuklir kembali menjadi pusat permbicaraan'.

Tim ilmuwan mengangkat secara khusus serangkaian uji nuklir Korea Utara, yang secara dramatis meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan mendorong perang kata-kata antara Korea Utara dengan Amerika Serikat.

BAS juga merujuk kepada strategi nuklir Amerika Serikat yang baru, yang diperkirakan meminta tambahan dana untuk meningkatkan peran persenjataan nuklir negara itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden dan Pimpinan Puncak BAS, Rachel Bronson, mengatakan masalah nuklir kembali menjadi pusat permbicaraan.

Ketegangan antara Rusia dan Barat juga ikut meyumbang dalam pergeseran waktu menjadi lebih dekat ke kiamat.

Melemahnya lembaga-lembaga 'di seluruh dunia dalam menangani ancaman global dunia -termasuk perubahan iklim- juga menjadi keprihatinan', menurut para ilmuwan yang menyumbang pemikiran.

Mereka menambahkan faktor 'tidak bisa diduganya' Presiden Donald Trump, dengan merujuk pada pernyataan dan pesan Twitter-nya yang kontroversial.

Apa itu Jam Kiamat?

Jarum menit dalam Jam Kiamat merupakan metafora dari seberapa rentannya dunia atas bencana.

Peralatan simbolis itu diciptakan oleh Buletin para Ilmuwan Atom, BAS, pada tahun 1947. Awalnya dibuat di Universitas Chicago tahun 1945 oleh sekelompok ilmuwan yang membantu pengembangan senjata atom pertama

Sekarang, kelompok ilmuwan yang terdiri dari ahli fisika dan lingkungan dari seluruh dunia, yang memutuskan apakah perlu menyesuaikan jam dengan berkonsultasi bersama Dewan Sponsor, yang terdiri dari beberapa peraih Nobel.

Bagaimana dibandingkan dengan tahun sebelumnya?

Ketika diciptakan tahun 1947, jarumnya terletak pada tujuh menit menjelang tengah malam. Sejak itu sudah bergeser sampai 20 kali lebih, mulai dari dua menit menjelang kiamat pada 1953 sampai 17 menit sebelum tengah malam pada tahun 1991.

Berita terkait