Konsumen Inggris harus bayar uang jaminan saat beli minuman kemasan, bagaimana Indonesia?

Supermarket Hak atas foto Getty Images
Image caption Konsumen akan dikenakan biaya tambahan jika membeli minuman botol sekali pakai.

Para konsumen di Inggris dalam waktu dekat diharuskan membayar uang jaminan jika membeli produk-produk minuman dalam botol dan kaleng, demi meningkatkan daur ulang sekaligus mengurangi limbah.

Dengan tambahan uang jaminan ini, harga minuman dipastikan akan naik. Tetapi konsumen akan mendapatkan kembali uang jaminan itu jika mereka mengembalikan kemasan botol ataupun kaleng minuman.

Skema ini diharapkan bisa mengurangi penggunaan botol-botol kaca dan plastik sekali pakai, serta kaleng-kaleng logam.

Namun aturan tersebut masih dalam tahap konsultasi dan belum diputuskan, termasuk seberapa besar uang jaminan yang akan dibebankan ke harga minuman.

Pemerintah mengumumkan skema tersebut setelah program dokumenter Blue Planet II menayangkan cuplikan video hewan yang makan plastik.

Menteri Lingkungan Hidup Michael Gove mengatakan, tidak ada keraguan bahwa plastik "menimbulkan kekacauan" di lingkungan laut. Botol plastik serta kaleng-kaleng yang dibuang, menurutnya, bakal "berakhir di trotoar dan dilemparkan ke sungai, danau dan laut".

"Kami telah melarang mikroplastik berbahaya dan memangkas penggunaan kantong plastik, dan sekarang kami ingin mengambil tindakan pada botol-botol plastik untuk membantu membersihkan lautan kita," katanya.

"Kita perlu melihat berbagai perubahan dalam sikap dan perilaku. Dan bukti menunjukkan bahwa skema imbalan dan hadiah adalah agen perubahan yang kuat."

Para konsumen di Inggris menggunakan sekitar 13 miliar botol minuman plastik per tahun tapi lebih dari tiga miliar botol-botol tersebut tidak didaur ulang.

Skotlandia telah mengumumkan rencana untuk skema uang jaminan dan Wales telah melakukan penelitian untuk mempertimbangkannya.

Jumlah plastik yang didaur ulang mengalami peningkatan pesat di Eropa utara setelah kawasan itu memberlakukan skema yang sama.

Di Indonesia, konsumen tidak dikenai uang jaminan saat membeli minuman kemasan. Langkah mengurangi sampah plastik sempat ditempuh dengan mengharuskan para konsumen membeli kantong plastik senilai Rp200 ketika berbelanja di supermarket atau minimarket.

Akan tetapi, kebijakan selama periode 21 Februari hingga 31 Mei 2016 itu tidak dilanjutkan. Padahal, kantong plastik berbayar dilaporkan mendorong turunnya penggunaan kantong plastik sekitar 30% hingga 50%.

Keputusan brilian

Pengumuman rencana pengenaan uang jaminan pada minuman kemasan disambut baik oleh para pegiat lingkungan, namun kalangan industri mungkin khawatir dengan ongkos yang harus ditanggung.

Mereka mungkin diminta memikul biaya yang harus dibayarkan ke konsumen yang mengembalikan botol. Saat ini produsen minuman hanya menanggung sekitar 10% dari biaya pembersihan sampah sebesar £2,8 miliar atau Rp27 triliun yang selama ini dikeluarkan dewan-dewan kota.

Dewan-dewan kota juga harus memastikan bahwa pemungutan sampah rumah tangga tidak akan terdampak oleh aturan ini.

Hak atas foto PA

Samantha Harding, dari organisasi Campaign to Protect Rural England, mengatakan: "Ini adalah keputusan brilian dan signifikan yang diusulkan Michael Gove.

"Saya senang bahwa akhirnya kita akan melihat banyak manfaat sistem deposit untuk Inggris, paling tidak, botol-botol minuman itu tidak berserakan di kawasan pedesaan kita yang indah.

"Yang terpenting adalah bahwa para produsen sekarang ini akan membayar seluruh biaya kemasan mereka, mengurangi beban pada pembayar pajak dan menetapkan preseden yang kuat untuk skema lain di mana pelaku pencemaran yang membayar."

Para menteri sendiri telah menelaah skema uang jaminan di beberapa negara di Eropa utara.

Mereka terkesan dengan skema Norwegia, yang mengklaim tingkat daur ulang 94% untuk botol yang terbuat dari PET, plastik bening yang digunakan untuk air dan minuman bersoda.

Seluruh skema di Norwegia dibuat oleh industri minuman setelah pemerintah mengenakan pajak pada setiap botol yang tidak didaur ulang. Industri minuman memasang mesin di toko-toko yang mengambil botol bekas dan kaleng dan memberikan kupon untuk pengembalian kemasan.

Gove mengatakan retribusi kantong plastik membuktikan seberapa efektif Inggris dapat merespon saat penggunaan kantong plastik turun sebesar 83%.

Dia mengatakan penting untuk bertindak, merujuk pada dua laporan pekan lalu.

Kalangan lain mengatakan polusi plastik di laut akan meningkat dalam satu dasawarsa jika pembuangan sampah ke laut tidak ditekan.

Yang lain memperingatkan bahwa Great Pacific Garbage Patch - pulau buatan yang terdiri dari material plastik seukuran negara Perancis - diperkirakan mengandung 79.000 ton sampah yang mengambang.

Ini artinya terdapat lebih banyak partikel plastik dan mikroplastik hingga 16 kali dari yang diperkirakan sebelumnya.

Topik terkait

Berita terkait