Perusahaan tambang 'rusak' Tembok Besar

Tembok Besar Cina
Image caption Ada undang-undang khusus untuk melindungi Tembok Besar

Sebuah perusahaan tambang emas diselidiki setelah diduga merusak salah satu bagian tertua Tembok Besar Cina. Diyakini kerusakan ini terjadi ketika perusahaan itu sedang melakukan survei untuk meneliti kandungan emas.

Sekitar 100 meter bagian tembok rusak berat dan pihak penyidik dari pemerintah pusat dan polisi setempat berencana mengajukan perusahaan itu ke pengadilan.

Kerusakan itu awalnya diketahui pada bulan September dan penelitian kandungan emas ini dihentikan meski pemerintah mendapati survei itu dilanjutkan kembali.

Bagian yang rusak terletak di kawasan Mongolia Dalam dan dibangun pada masa Dinasti Qin, 221 SM.

Hohhot Kekao Mining Company dituduh menghancurkan dinding sehingga ada dua lubang yang besarnya sekitar 300 m2.

Undang-undang khusus

Kepala Biro Peninggalan Kebudayaan Mongolia Dalam Wang Dafang mengatakan kepada kantor berita AP bahwa kerusakan itu tidak bisa diperbaiki lagi.

"Ada yang berpendapat hanya bagian Tembok Besar di Beijing saja yang perlu dilindungi," kata Wang.

"Padahal semua bagian tembok ini penting di manapun bagian itu berada."

Kepolisian di Hohhot City, ibukota Mongolia Dalam, kini sedang mengumpulkan bukti-bukti dan para pejabat perusahaan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Cina memiliki undang-undang khusus untuk mencegah kerusakan Tembok Besar yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia.

Lima penambang dijatuhi hukuman penjara tahun lalu karena merusak bagian Tembok Besar di Mongolia Dalam, yang merupakan satu-satunya kasus perusakan yang ditindak berdasarkan undang-undang tersebut.

Tembok Besar yang dibangun oleh beberapa kaisar selama beberapa abad mencapai panjang sekitar 8.500 km melintasi sejumlah kawasan di Cina.