Saran pendeta mengutil jika putus asa

Tom Jones
Image caption Pendeta Jones mengangkat isu tentang orang yang tidak mendapat bantuan

Seorang pendeta dari Yorkshire Utara menyarankan jemaat untuk mengutil jika mereka menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Pendeta Tim Jones, dari paroki St Lawrence dan St Hilda di York, mengatakan orang sebaiknya mengutil jaringan toko besar dan bukan di toko-toko kecil.

Dia mengatakan sikap masyarakat terhadap orang-orang miskin yang menghadapi kesulitan hidup telah membuat beberapa orang menjadi tidak punya pilihan selain terlibat kriminalitas.

Sarannya itu langsung ditanggapi oleh Uskup Agung York, Richard Seed.

"Gereja Inggris tidak menyarankan siapapun untuk mengutil."

"Pendeta Jones mengangat isu penting tentang kesulitan yang dihadapi orang karena bantuan sosial tidak datang, tapi mengutil bukan jalan untuk mengatasi kesulitan itu," katanya.

Sementara kepolisian Yorkshire Utara menggambarkan khotbah itu sangat tidak bertanggung jawab.

Jurubicara kepolisian menegaskan walaupun orang menghadapi kesulitan hidup, mengutil atau kejahatan lain tidak boleh menjadi jalan keluar.

"Melakukan hal itu akan membuat efek spiral yang buruk lebih cepat lagi, baik dari segi individual maupun masyarakat," kata jurubicara kepolisian Yorkshire Utara.

Tanggapan juga muncul dari Konsorsium Eceran Inggris yang menegaskan bahwa mengutil adalah salah.

Mengangkat isu

Kepada para jemaatnya, Pendeta Jones mengatakan bahwa dia sebenarnya tidak menyarankan jemaat untuk mengutil.

"Saya mengatakan bahwa mereka jangan menncuri dari usaha kecil atau keluarga tapi dari bisnis skala nasional karena biayanya akan dibebankan kepada sebagian dari kita dengan harga yang lebih tinggi."

"Jika orang keluar dari penjara dan tidak menemukan pekerjaan maupun dukungan dari keluarga dan kemudian selama beberapa pekan membiarkan mereka tanpa dukungan yang cukup, itu adalah bencana."

Kepada BBC York, Pendeta Jones menegaskan dia sama sekali tidak bermaksud agar orang mengutil namun mendorong orang agar menyumbang lebih banyak ke yayasan sosial untuk mencegah orang-orang menjadi putus asa.

"Kita menciptakan situasi sehingga beberapa orang tidak punya banyak pilihan kecuali kriminalitas," tambahnya

Pendeta Jones juga sebelumnya pernah menjadi berita.

Bulan Mei 2008 dia melakukan protes karena sebuah toko menggunakan nama Playboy walau sasaran pembelinya adalah anak-anak. Dia langsung menuju toko Playboy di daerahnya dan membuang barang yang djual ke lantai.