Terbaru 22 Januari 2010 - 12:39 GMT

Merekam data dan nomor PIN

ATM

ATM memerlukan data tentang rekening anda dan nomor PIN

Bayangkan anda sedang di depan mesin ATM mau mengambil uang tunai, maka anda masukkan kartu ke slot dan mengetik nomor PIN sebelum menentukan jumlah uang tunai yang akan diambil.

Mesin ATM pada dasarnya memang memerlukan dua hal, yaitu data tentang rekening anda -antara lain nomor rekening yang tertulis di kartu- dan nomor PIN yang menjadi otorisasi bahwa anda adalah pemilik rekening tersebut.

Dan dua informasi itulah yang dibutuhkan oleh para pembobol ATM.

"Jadi ketika ada orang memasukkan kartu ke ATM, data yang ada di kartu direkam oleh alat yang diletakkan di mulut ATM seolah-olah memang bagian dari ATM," kata Andika Triwidada, pakar keamanan internet dari PT Indosys.

"Ketika orang mengetikkan PIN, ada kamera yang merekamnya dan dilihat lewat komputer dengan sistem wireless."

Si pembobol sendiri biasanya berada tak jauh dari ATM dan dengan menggunakan komputer jinjing dia bisa mengetahui PIN.

Kartu palsu

Dia punya persediaan kartu kosong yang banyak dan data yang diperoleh ditulis ulang di kartu kosong dan dia pergi ke ATM mana saja dengan kartu palsu serta PIN yang sudah direkam.

Andika Triwidada

Setelah PIN didapat maka alat pembaca data tadi diambil dari mulut ATM dan dengan menggunakan komputer data di kartupun bisa dibaca.

"Dia punya persediaan kartu kosong yang banyak dan data yang diperoleh ditulis ulang di kartu kosong dan dia pergi ke ATM mana saja dengan kartu palsu serta PIN yang sudah direkam," tambahnya.

Si pembobol bertindak seperti pemilik rekening. Bedanya kalau anda mungkin mengambil seperlunya, si pembobol mengambil semua dana yang ada.

Andika Triwidada mengatakan teknologi yang digunakan sebenarnya tidak tergolong canggih walau alat pembaca data yang dilekatkan ke mulut ATM harus bagus agar tidak terlalu kelihatan menonjol namun tetap bisa membaca data dengan baik.

Sementara itu pengusaha mesin ATM Sari Lestari Darmawan dari PT Argenta Adhiloka Pratama menyarankan para pengguna agar lebih berhati-hati saat menggunakan ATM.

"Salah satunya adalah dengan lampu yang kedap-kedip. Kalau dimasukkan lampunya kedap-kedip itu berarti ATM yang asli. Namun ini tidak menjamin karena pembobol kadang selangkah lebih maju dari kita."

Tutup dengan tangan

Sebenarnya produsen ATM sudah menggunakan sistem yang diharapkan bisa menghambat perekaman data.

"Jadi ketika kita masukkan kartu agak tersendat, maju mundur maju mundur untuk mencegah agar para kriminal tidak bisa mendapat data kartu."

ATM

Andika mengatakan pembobolan ATM bukan cuma terjadi di Indonesia dan sudah berlangsung sejak lama.

Namun di Indonesia, pembobolan relatif lebih mudah karena sebagian besar ATM masih menggunakan magnetic dan belum menggunakan chip.

"Kalau anda ke Malaysia mereka sudah menggunakan chip karena itu merupakan solusi yang lebih efektif."

Dengan menggunakan chip data tidak bisa dibaca dengan mudah seperti menggunakan kartu magnetic.

"Cuma investasi dari bank akan besar sekali. Berapa jumlah kartu yang akan dibuat? Belum lagi softwarenya," kata Sari Lestari.

Bagaimanapun ada cara yang paling sederhana untuk mengamankan pembobolan rekening anda lewat ATM, yaitu dengan menyembunyikan nomor PIN.

"Salah satu cara adalah ketika mengetik PIN, maka jari kanan mengetik PIN dan tangan kiri menutupnya," kata Andika Triwidada.

Dengan cara ini, seandainyapun data dari kartu bisa diketahui, nomor PIN tetap tidak diketahui dan berarti rekening anda aman dari pembobol ATM.

Andika juga menyarankan agar mengganti PIN dalam periode tertentu, walaupun bagi sebagian besar orang mengganti PIN bukan hal yang mudah karena artinya menghafalkan nomor yang baru.

Jadi mulai sekarang, jangan lupa tutup tangan anda yang mengertik PIN.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.