Batas waktu Google Books mendekat

Buku
Image caption Para penulis buku terbelah mengenai rencana perpustakaan online Google

Toko buku online Amazon mendesak sebuah pengadilan di New York agar menolak kesepakatan yang akan membolehkan perusahaan mesin pencari internet Google membangun perpustakaan digital raksasa di internet.

Amazon beranggapan bila Google diberi hak eksklusif untuk memindai buku-buku untuk digunakan lewat internet, hal itu "dapat memungkinkan monopoli".

Pihak-pihak maupun penulis buku yang memiliki kepentingan mendapat waktu sampai 28 Januari untuk mengajukan keberatan terhadap proyek itu kepada pengadilan Amerika tersebut.

Google mengatakan proyek itu akan "membuka akses ke jutaan buku" dan menciptakan cara baru bagi para penulis buku untuk menyalurkan buku-buku mereka.

Perpustakaan online bernama Google Books itu akan berisi jutaan buku digital dari seluruh dunia, agar buku-buku itu dapat tersedia dan bisa dicari lewat internet.

Proyek perpustakaan online Google diluncurkan tahun 2004 tetapi dihentikan setahun kemudian ketika Persatuan Penulis Amerika dan Asosiasi Penerbit Buku Amerika menggugat Google ke pengadilan atas dasar "pelanggaran hak cipta besar-besaran".

Karena gugatan itu, pada tahun 2008 Google sepakat untuk membayar $125 juta untuk menciptakan Daftar Hak Cipta Buku, dimana para penulis buku dan penerbit dapat mendaftarkan karya-karya mereka dan menerima ganti rugi.

Putusan mengenai apakah kesepakatan tersebut dibolehkan tadinya akan diumumkan awal Oktober.

'Pendapat terbelah'

Tetapi hakim dalam persidangan memerintahkan perundingan ulang karena banyak tentangan dari seluruh dunia.

Sidang untuk mendengar berbagai argumen akan diadakan tanggal 18 Februari.

Menjelang batas waktu hari ini, berbagai kalangan dari industri buku dan penulis buku sekali lagi memberi tekanan terhadap Google.

Penulis kisah fantasi Ursula K Le Guin memohon ke pengadilan agar buku-buku Amerika tidak dimasukkan dalam perpustakaan digital itu.

Dalam surat terbuka kepada Hakim Denny Chin, yang akan memimpin sidang, Le Guin menyampaikan kekhawatirannya atas pasal mengenai pilihan bagi para penulis untuk menolak buku mereka dimasukkan dalam perpustakaan, seperti yang tertera dalam kesepakatan itu.

Dia menyebut pasal tersebut sebagai "ancaman tersembunyi terhadap hak-hak penulis buku".

Pasal itu mengatur, bila para penulis di sejumlah negara tertentu tidak secara khusus memberitahu Google mereka tidak mengizinkan buku karya mereka dipindai, buku-buku karya para penulis akan dimasukkkan ke dalam perpustakaan online dan akhirnya dijual oleh Google Books, yang akan membagi keuntungan penjualan buku dengan mereka.

"Google, seperti halnya dengan penerbit atau perusahaan lain, harus diwajibkan mendapat izin dari pemilik hak cipta untuk membeli atau menggunakan bahan-bahan yang memiliki hak cipta, satu demi satu," tulisnya.

Surat Le Guin itu juga ditanda tangani oleh 365 penulis lain yang prihatin dengan rencana tersebut.

Tetapi tidak semua penulis menentang rencana Google.

Amy Tan, Simon Winchester dan keluarga penulis Amerika John Steinbeck adalah diantara pihak-pihak yang mendukung langkah itu.

"Bila disetujui pengadilan, kesepakatan ini akan membuka akses ke jutaan buku di Amerika, disamping juga memberi cara baru bagi penulis dan para penerbit buku untuk menyalurkan karya-karya mereka," kata seorang juru bicara Google.

Berita terkait