Terbaru  6 Februari 2010 - 16:19 GMT

Ketika warga Jepang kecewa dengan Toyota

toyota prius

Toyota mengatakan rem mobil hibrida Prius juga bermsalah

Ketika Toyota pertama kali mengumumkan penarikan mobil produksinya karena persoalan teknis, reaksi di dalam negeri tidak begitu besar.

Padahal Toyota harus menarik delapan juta unit kendaraan di berbagai negara karena persoalan pedal gas. Penarikan ini membuat Toyota harus mengeluarkan biaya US$ 2 miliar untuk memperbaiki pedal tersebut.

Wartawan BBC Alastair Leithead mengatakan reaksi di dalam Jepang memanas ketika Toyota mengumumkan bahwa mobil hibrida paling terkenal di dunia, Prius, juga bermasalah.

Panasnya reaksi di dalam negeri ini karena banyak warga di Jepang membeli Prius. Dalam upaya untuk memasyarakatkan mobil yang ramah lingkungan, pemerintah menjalankan skema subsidi untuk mobil tersebut.

Untuk meredam kekecewaan para pemilik Prius, pada Jumat malam Presiden Direktur Toyota Akio Toyoda langsung menggelar keterangan pers di Nagoya, yang bisa ditempuh selama 1,5 jam dengan kereta api cepat dari Tokyo.

Permintaan maaf

Ini untuk kali pertama Toyoda menjelaskan sendiri persoalan ini.

"Pengguna Toyota adalah segala-galanya," tegas Toyoda. "Dan saya harus meminta maaf kepada semua konsumen kami."

Pengguna Toyota adalah segala-galanya. Dan saya harus meminta maaf kepada semua konsumen kami

Akio Toyoda

Toyoda tidak menjelaskan persoalan rem Prius yang bermasalah tersebut. Tugas ini ia serahkan kepada wakil presiden Toyota.

Namun penjelasan yang disampaikan Toyota sepertinya tidak tuntas.

Toyota hanya menegaskan sepanjang pedal rem diinjak dengan sedikit lebih keras, maka kendaraan akan aman. Perusahaan ini juga mengatakan kalau nanti Toyota menarik Prius, pemilik mobil ini akan mendapatkan pemberitahuan secepatnya.

Selain menyebabkan kerugian finansial, penarikan mobil juga menodai merk Toyota yang selama ini terpercaya. Toyota identik dengan mobil dengan kualitas tinggi.

Namun warga di Toyota City, pusat pabrik kendaraan Toyota, mengatakan citra Toyota akan kembali pulih.

"Citra Toyota memang ternoda. Tapi Toyota adalah perusahaan yang kuat dan berdasarkan pengalaman kami pasti bisah pulih," kata beberapa warga.

Di kota ini, seperempat penduduk adalah karyawan Toyota.

Di Jepang, Toyota adalah ikon nasional dan tidak sekedar merk kendaraan. Toyota menjadi salah satu simbol kebangkitan Jepang yang terpuruk setelah kalah di Perang Dunia II.

Di perusahaan inilah etos nasional Jepang bisa dibaca.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.