YouTube diklik 2M kali per hari

youtube

Situs berbagi video YouTube sekarang diklik 2 miliar kali per hari.

Google, pemilik YouTube, mengatakan jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah penonton tiga stasiun televisi di jam tayang utama di Amerika Serikat.

"Saya melihatnya sebagai peluang yang sangat besar di pasar video online dan kami memposisikan diri sebagai pemain utama," kata salah seorang pendiri YouTube Chad Hurley kepada BBC.

Chad menambahkan 2 miliar adalah angka yang sangat besar namun dirinya berpendapat jumlah pengunjung YouTube masih bisa didongkrak.

"Rata-rata orang melihat video di internet sekitar 15 menit per hari," papar Hurley.

"Sementara waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi sekitar lima jam per hari."

YouTube didirikan baru lima tahun yang lalu dengan slogan 'Broadcast Yourself'. Hurley menjelaskan slogan itu dipilih untuk mendorong para pengguna internet bisa mengekspresikan diri dengan lebih bebas.

Orang pertama yang menaruh video di situs YouTube adalah rekan Hurley, Jawad Karim, yang juga ikut membidani situs berbagi video ini.

Video berdurasi 19 detik itu diberi judul 'Saya ketika di Kebun Binatang'.

Dibeli Google

YouTube ternyata mengalami perkembangan yang luar biasa.

Makin cepatnya akses internet dan murahnya piranti perekam video dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat YouTube sangat populer.

Raksasa pencari internet Google mengendus pasar video online dan membeli situs ini US$ 1,65 miliar pada 2006.

Pengguna YouTube juga mencakup perusahaan yang memanfaatkan situs ini untuk mempromosikan acara atau produk mereka.

Beberapa video menjadi buah bibir dan ditonton jutaan kali.

"Pada awalnya kami ingin membuat medium di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk dilihat dan didengar," kata Hurley.

Di balik kisah sukses YouTube, ada kontroversi. Di awal berdirinya situs ini, para pengguna dengan mudah mengunggah (upload) aneka video yang seharusnya tidak boleh ditaruh di YouTube.

Sampai sekarang pun YouTube secara berkala harus menghapus aneka video yang memiliki hak cipta itu.

"Mereka berupaya keras untuk menghadang video-video ilegal," kata Allen Weiner, wakil presiden perusahaan riset Gartner.

Ia menambahkan masa depan YouTube antara lain tergantung dengan kemampuan mereka menyensor video berhak cipta.

Sejumlah kalangan sekarang memperkirakan YouTube di masa depan mungkin menjadi bagian dari ambisi Google untuk membuat 'media cloud'.

Ini semacam proyek di mana para pengguna bisa menikmati film, buku, majalah, acara televisi dan aneka konten digital lain.