Terbaru  25 Mei 2010 - 04:56 GMT

Pameran lukisan Korea Utara di Eropa

Kami anak-anak paling bahagia di dunia karya Kim Song Min, 1995, termasuk salah satu lukisan yang dipamerkan di Austria

Sebuah pameran lukisan langka asal Korea Utara digelar di Museum MAK, Wina, Austria. Pengelola museum mengklaim ini adalah untuk kali pertama berbagai lukisan dari Galeri Budaya Korea di Pyongyang dipamerkan di luar negeri.

Dan, jika melihat semua lukisan di pameran bertajuk 'Bunga untuk Kim Il Sung' ini maka kesimpulannya Korea Utara adalah sebuah negeri penuh senyuman.

Lebih dari 100 lukisan cat minyak, cat air serta lukisan-lukisan tradisional Korea buatan antara tahun 1960-an hingga hari ini. Ratusan lukisan itu dibawa langsung dari Pyongyang ke Museum Seni Kontemporer Wina.

Tema ratusan lukisan ini utamanya berkisar soal kehidupan sehari-hari rakyat Korea Utara misalnya peternak yang tengah mengurus hewan-hewan peliharaannya, atau lukisan anak-anak tengah berlarian di padang bunga.

Selain itu ada juga lukisan yang menggambarkan seorang prajurit yang tengah tiarap di tengah salju dan tetap waspada tanpa terganggu suhu dingin dan tak menunjukkan ketakutan sedikitpun.

Fungsi sosial

Dan yang paling mendominasipameran ini adalah lukisan tokoh utama Korea Utara yaitu sang pemimpin besar Kim Il Sung dan penerusnya Kim Jong Il tengah tersenyum lebar, sambil dikerumuni puluhan anak yang nampak gembira di sekitar keduanya.

Di Korea Utara lukisan memiliki 'fungsi sosial' selain sebagai karya seni

Lukisan ini dan sebagian besar lukisan lain memiliki judul yang nyaris serupa seperti "Presiden Kim Il Sung selalu bersama kita" atau "Kami adalah anak-anak paling bahagia di dunia".

Dalam pembukaan pameran lukisan ini, Direktur Pusat Pameran Seni Korea Pyongyang Han Chang Gyu berharap dengan pameran lukisan yang bertemakan "perjuangan sehari-hari rakyat Korea" dan "kemampuan rakyat memanfaatkan alam Korea yang indah" bisa menghasilkan pemahaman lebih baik tentang Korea Utara.

Sebagian kecil lukisan yang dipamerkan tidak bertemakan politik sama sekali dan hanya memamerkan kondisi alam Korea Utara.

Namun, sebagian besar lukisan itu yang digarap dengan warna warni yang sangat cerah yang menurut istilah Korea Utara memiliki fungsi sosial sebagai bagian dari proses revolusioner. Fungsi ini di belahan dunia lain dikenal dengan istilah lain yaitu propaganda.

Semua pelukis yang menghasilkan karya-karya yang dipamerkan di Austria ini berstatus pegawai negeri. Tugas mereka adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat "sikap-sikap dan nilai-nilai yang benar".

"Tentu saja seni sangat dekat dengan ideologi. Namun, tidak benar nilai propaganda lukisan-lukisan ini lebih besar ketimbang nilai seninya. Lukisan-lukisan ini sangat luar biasa. Kami harap masyarakat memiliki pemikiran yang lebih terbuka," kata kurator pameran Bettina Busse.

Namun, tetap saja pameran itu menuai kontroversi.

Tak ada kebebasan

Kim Jong Il meninjau dapur tentara Korea Utara

Direktur Museum Kunsthalle Wien, Wina Gerald Matt yang menggelar pameran foto Korea Utara beberapa tahun lalu mengatakan pemerintah Korea Utara sangat mengekakang kebebasan kesenian.

"Korea Utara adalah negara totaliter dan kesenian di sana hanya untuk memuja pemimpin negara dan pemerintah saja," kata Matt.

"Tak ada kebebasan berkesenian di sana. Tak ada kebebasan untuk melakukan pertunjukan dan memutuskan apa yang akan kami lakukan dalam pertunjukan itu," tambah dia.

"Pertanyaannya adalah: apakah kita dapat melakukan sesuatu tanpa berkomentar atau berdiskusi tanpa mempedulikan latar belakang. Dan saya meragukan itu," tandas Matt.

Direktur Museum MAK, Peter Noever mengatakan dia sangat memahami keprihatinan masyarakat soal pameran ini. Namun dia berharap pameran yang membutuhkan izin selama empat tahun itu akan berujung pada rasa saling memahami.

Setidaknya melalui seni, Anda bisa memperoleh sedikit pandangan atau bahkan pandangan baru tentang sesuatu

Peter Noever

"Seni tak memiliki batas. Seni tidak akan mengubah apapun. Seni tak akan mengubah situasi politik. Namun setidaknya melalui seni, mungkin Anda bisa memperoleh sedikit pandangan atau bahkan pandangan baru tentang sesuatu," kata Noever.

Sebuah lukisan yang menggambarkan Kim Jong Il memeriksa dapur militer berjudul "Kim Jong Il, Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea, sangat memperhatikan makanan prajurit".

Lukisan ini dan gambar seorang perempuan dan anak-anak yang sehat mungkin akan dipandang sinis masyarakat Barat yang mengetahui kondisi kelaparan di Korea Utara.

Lukisan lain, seperti anak-anak yang berbaring di rerumputan memandangi sebuah layang-layang di langit yang cerah bisa digambarkan sebuah mimpi rakyat Korea Utara akan sebuah negeri yang lebih baik.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.