Upaya menerbangkan kembali Concorde

Concorde
Image caption Sebelum pensiun, operasi Concorde dijalankan oleh British Airways dan Air France.

Mesin Concorde milik Prancis akan dikaji sebagai langkah pertama dalam upaya menerbangkan kembali pesawat supersonik itu.

Proyek dengan biaya £ 15 juta tersebut akan mengkaji mesin Rolls Royce milik Air France untuk mengetahui hal yang perlu dilakukan guna mengoperasikan kembali mesin.

Pihak yang terlibat dalam kerja sama antara lain British Save Concorde Group, SCG, dan Olympus 593.

"Hari ini menandai tanggal yang paling penting dalam sejarah Concorde sejak pensiun hampir tujuh tahun lalu," kata Beon Lord, Wakil ketua SCG, Sabtu (29/05).

Uji coba bersama tim Prancis-Inggris akan berlangsung di museum pesawat terbang dan ruang angkasa, Le Bourget Air and Space Museum, di dekat Paris.

"Dua anggota manajemen kami berada di Prancis akhir pekan ini untuk mengamati perkembangan menakjubkan ini," tambah Ben Lord.

"Ini baru permulaan namun kami gembira dan merasa terhormat untuk bekerja sama dengan para insinyur Concorde yang terlatih, yang dulu bekerja di British Airways dan Air France."

Concorde berhenti terbang tujuh tahun lalu, dan direncanakan untuk terbang kembali dengan kapasitas seperti sebelumya.

Kecelakaan 2000

Uji coba yang akan ditempuh bertujuan untuk memastikan apakah mestin bisa dinyalakan dengan aman dan apakah pesawat bisa mendarat utuh di landasan.

Diharapkan Concorde bisa terbang kembali sebagai bagian dari upacara pembukaan Olimpiade London 2012.

Sementara itu pengadilan atas kecelakaan Concorde di Paris tahun 2000, yang menewaskan 113 orang, berakhir Jumat (28/05) setelah berlangsung selama empat bulan.

Pengadilan Prancis baru akan menyampaikan vonisnya pada tanggal 6 Desember.

Concorde milik Air France jatuh pada saat lepas lantas karena sebuah keping metal dari pesawat supersonik itu lepas.

Concorde -yang pertama kali terbang tahun 1976- dioperasikan oleh Air France dan British Airways- dengan rute utama London-New York dan Paris-New York.

Dengan pesawat supersonik ini, penerbangan antar benua itu bisa dicapai dalam waktu 3,5 jam atau sekitar setengah dari waktu penerbangan dengan pesawat konvensional.

British Airways menghentikan operasi Concorde pada tahun 2003 karena jumlah penumpang yang berkurang sementara biaya pemeliharannya tinggi.