Perdagangan berlian diduga langgar HAM

Berlian
Image caption Berlian Zimbabwe masih dilarang diperdagangkan di pasar global

Kelompok aktivis hak asasi manusia Human Rights Watch meminta agar lembaga pengawas perdagangan berlian dunia mengeluarkan Zimbabwe dari daftar negara dalam transaksi industri ini akibat dugaan kekerasan dan pelanggaran HAM.

Kelompok HAM yang berkantor pusat di New York ini mengatakan penelitinya memiliki bukti kuat adanya pemaksaan buruh, penyiksaan, pemukulan dan penindasan oleh tentara di lapangan tambang berlian Marange di belahan timur Zimbabwe.

HRW meminta agar Zimbabwe dikeluarkan semnetara dari daftar Kimberley Process - lembaga global yang bertanggungjawab atas upaya mengakhiri perdagangan "berlian berdarah" yang hasilnya dipakai untuk mendanai berbagai peperangan di Afrika.

Zimbabwe membantah tuduhan ini.

Dalam sebuah pernyataan pekan ini, Menteri Pertambangan dan Pembangunan Tambang Zimbabwe Obert Mpofu menuding HRW "menyebar kabar palsu" serta "menjelek-jelekkan" nama negara itu.

"Mereka bekerja melawan rakyat Zimbabwe. Kami adalah negara yang berprinsip," demikian bunyi pernyataan itu.

Standar minimum

Laporan setebal 20 halaman itu diedarkan ditengah pertemuan para pemuka industri berlian dunia untuk membahas Kimberley Process. Pertemuan dilangsungkan di Tel Aviv karena Israel bertinak sebagai ketua Kimberley Process tahun ini.

Boaz Hirsch, ketuanya tahun 2010, mengatakan pertemuan tahun ini akan memusatkan perhatian pada upaya memastikan bahwa "standar minimum" berlaku di Zimbabwe.

Pertemuan juga dijadwalkan mendengar laporan yang disusun oleh utusan khusus Kimberley Process untuk wilayah Marange, Abbey Chikane, yang sudah mengunjungi wilayah itu dua kali.

Awal bulan ini Chikane mengatakan Zimbabwe sudah "di jalur yang benar" untuk memenuhi standar penambangan berlian internasional. Dan karena itu, menurut sebuah laporan yang diperoleh kantor berita Associated Press, harus dibolehkan meneruskan perdagangan berliannya di pasar internasional.

Image caption Tentara Zimbabwe dituding melanggar HAM di tambang Marange ini

Lahan tambang berlian Marange yang mencapai luas 60.000 ha ditemukan 2006, di tengah situasi krisis politik, ekonomi dan kemanusiaan di Zimbabwe.

Para warga desa setempat berbondong-bondong datang dan langsung menemukan berlian di dekat permukaan tanah.

Lapangan berlian itu kemudian diambil alih oleh militer akhir Oktober 2008.

Tahun lalu Kimberley Process menjatuhkan hukuman pada Zimbabwe karena "pelanggaran signifikan" namun tidak mengeluarkannya dari daftar perdagangan berlian dunia.

Awal bulan ini Zimbabwe menahan seorang pegiat HAM terkemuka dengan alasan memberi data palsu kepada utusan Kimberley Process terkait industri berlian negara itu.

Sementara itu, Human Rights Watch, yang sebelumnya menjatuhkan tudingan bahwa tentara Zimbabwe membunuh lebih dari 200 orang, memperkosa, dan memaksa anak-anak menjadi budak tambang berlian di Marange, menginginkan agak sanksi tersebut diperpanjang.