Warisan Mandela diperebutkan

Nelson Mandela
Image caption Nama Mandela berharga jutaan dolar

Pertikaian keluarga dan rekan Nelson Mandela tentang keuntungan politik dan ekonomi nama besarnya semakin meruncing, sementara tokoh Afrika Selatan tersebut akan merayakan ulang tahun ke 92 hari Minggu.

Pertikaian terjadi dalam berbagai hal, melibatkan keluarga Mandela dari tiga pernikahannya, partai yang berkuasa Kongres Nasional Afrika (ANC), berbagai yayasan yang dia dirikan sejak pensiun tahun 1999, disamping rekan politik dan bisnis.

"Sangat kotor. Orang bertikai sementara dia masih hidup," kata pengarang dan kolumnis surat kabar Afrika Selatan Fred Khumalo.

Kontroversi terbaru terkait kehadiran Mandela pada Piala Dunia.

Menjelang kejuaraan tersebut, Menteri Olah raga ANC Makhenkesi Stofile dan cucu laki-laki Mandela, Mandla Mandela, mengaku mereka berbicara mewakili Mandela dan memberikan pernyataan yang bertentangan.

Stofile mengatakan Mandela "mendesak" hadir pada pembukaan, sementara Mandla mengatakan dia mengisyaratkan "lebih menyukai tinggal di rumah".

Winnie Madikizela-Mandela, istri kedua pejuang anti-apartheid yang dia ceraikan setelah dibebaskan dari penjara, juga melibatkan diri.

Dia mengaku membawa pesan "Tata" (ayah) yang menyatakan kepada kerumunan orang bahwa Mandela menginginkan piala tersebut tetap berada di Afrika. Tindakan ini mengisyaratkan seberapa jauh dia berusaha mengaitkan diri dengan nama Mandela, meskipun proses perceraian mereka tidak berjalan mulus.

Pada akhirnya Mandela tidak menghadiri upacara pembukaan karena cicitnya tewas dalam kecelakaan mobil. Tetapi Yayasan Nelson Mandela mengatakan "jiwa" Mandela tetap hadir.

Mandela muncul sebentar pada upacara penutupan dengan istrinya Graca Machel yang membantunya melambaikan tangan ke kerumunan orang. Dia terlihat sangat lemah.

Cucunya Mandla mengatakan Mandela hadir karena "tekanan" organisasi sepak bola dunia FIFA.

Di dalam darah

Image caption Kehadiran Mandela di Piala Dunia dipertikaikan

Peristiwa ini menyerupai pertikaian peran Mandela dalam pemilihan umum tahun lalu yang berlangsung ketat.

Yayasan Nelson Mandela menentang kehadiran Mandela dalam kampanye. Tetapi dia tetap muncul pada kampanye terakhir ANC untuk mendukung calon presiden kontroversial Jacob Zuma.

Mandla mengatakan: "Sebagai anggota keluarga, kami semua memandang warisan Madiba (Mandela) pertama-tama adalah milik keluarga, kemudian barulah milik ANC."

Mandla yang baru saja terjun dalam dunia politik menjadi berpengaruh sejak diangkat sebagai pemimpin tradisional tempat kelahiran Mandela, desa Mvezo. Dia menjadi anggota parlemen tahun lalu.

"Di dalam pembuluh darah saya mengalir darah Mandela yang telah hidup selama berabad-abad," katanya.

Khumalo meragukan karir Mandla dengan mengatakan pada tahun 2008, mantan pemimpin redaksi South African Broadcasting Corporation, Snuki Zikalala dikutip mengatakan kepada surat kabar The Sunday World bahwa mereka harus membayar Mandla 395 ribu dolar atau Rp 3,5 milyar untuk mendapatkan hak penyiaran pemakaman Mandela. Mandla menyangkal tuduhan tersebut.

"Sepertinya nama Mandela adalah cara untuk mendapatkan uang," kata Khumalo.

Mandla juga terlibat dalam pertikaian dengan Musium Nelson Mandela mengenai usaha melindungi tempat lahir Mandela sebagai daerah warisan budaya. Dia menuduh Musium dan Proyek AIDS Mandela 46664 (nomor tahanan Mandela) "mencari keuntungan dari nama kakek saya".

"Mereka tidak memberikan apapun kepada masyarakat sendiri...orang-orang Mandela sekarat karena AIDS, tetapi 46664 tidak melakukan apa-apa disini," katanya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Afrika Selatan Mail & Guardian.