Terbaru  21 Juli 2010 - 13:09 GMT

Larangan pemakaian seragam Man United

Logo Manchester United

Yang dipermasalahkan adalah lambang setan di kaus Manchester United

Umat Islam tidak boleh mengenakan seragam klub sepak bola Manchester United karena mencatumkan logo "setan", menurut ulama Malaysia.

Manchester United dan klub-klub Liga Inggris lain sangat terkenal di Malaysia dan seluruh Asia, namun ulama setempat menganggap kaus tim itu tidak Islami.

Kaus tim sepak bola lain yang dilarang termasuk Brasil, Portugal, Barcelona, Serbia dan Norwegia karena ada lambang salib.

"Tidak ada alasan untuk mengenakan kaus-kaus itu karena berarti sebagai seorang Muslim, anda mengidolakan simbol agama lain," kata Datuk Nooh Gadot, pemimpin majelis agama Johor, Malaysia.

"Dalam masalah ini, tidak ada kompromi atas nama hiburan, model atau bahkan olah raga," tambahnya.

"Bilapun kaus itu merupakan pemberian, harus ditolak. Orang lebih berdosa bila sadar bahwa kaus itu salah dan masih membeli dan mengenakannya," kata Nooh Gadot.

Plus menjadi Silang

Tidak ada kompromi atas nama hiburan, model atau bahkan olah raga

Nooh Gadot

Ulama lain, Harussani Zakaria, ulama dari negara bagian Perak, sepakat bahwa lambang setan harus dihindari.

"Tentu saja dalam Islam, kita tidak boleh membiarkan orang mengenakan lambang-lambang seperti itu," kata Harussani kepada kantor berita AFP.

Sebelumnya, sejumlah ulama Malaysia juga mengeluarkan fatwa kontroversial termasuk melarang yoga, yang dianggap mengandung unsur agama Hindu.

Bulan Maret lalu, Manchester United menandatangani kontrak sponsor lima tahun dengan Telekom Malaysia.

"Siapapun yang ikut tur ke Asia tahun lalu, tahu persis bagaimana dukungan rakyat Malaysia untuk klub ini," kata David Gill, direktur Manchester United.

Peringatan soal dosa karena mengenakan kaus "setan merah" Manchester United ini menimbulkan reaksi para pendukung di Malaysia.

"Lain kali mereka akan meminta merubah simbol aritmetika "+" menjadi "x" karena dianggap tidak halal," komentar salah seorang pendukung di situsnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.