Terbaru  16 Agustus 2010 - 17:57 GMT

Satwa Kebun Binatang Surabaya mati

Kandang di Kebun Binatang Surabaya

Konflik internal membuat kondisi kebun binatang terlantar

Tanpa perombakan besar-besaran, jumlah satwa di Kebun Binatang Surabaya diperkirakan akan terus menyusut, kata pengelola sementara.

Ketua Tim Sementara Pengelolaan Kebun Binatang Surabaya Tony Sumampau mengatakan selama enam bulan terakhir terdapat 26 ekor satwa mati. Jumlah kematian satwa pada tahun 2008 dan 2009 rata-rata mencapai 320 ekor per tahun.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

Menurutnya situasi di Kebun Binatang Surabaya (KBS) sudah kritis.

"Karena banyak satwa yang berpenyakit paru-paru, malnutrisi dan penyakit lain. Yang terpenting adalah kondisi kandang yang buruk menyebabkan satwa-satwa itu tidak bisa sehat," kata Tony Sumampau kepada BBC Indonesia.

Mencuri pakan

Di antara satwa yang mati adalah Harimau Sumatra yang ditemukan mati akhir pekan.

Lebih dari sepuluh tahun tidak ada perbaikan-perbaikan pembangunan fasilitas perkandangan di Kebun Binatang Surabaya...

Tony Sumampau

Selain karena kondisi kandang dan penyakit, Tony Sumampau menyebutkan bahwa beberapa karyawan kebun binatang tidak profesional dengan mencuri pakan satwa, membolos kerja dan bahkan mogok kerja.

"Pengelola yang dulu yang sementara keluar dari KBS terus menghasut karyawan-karyawannya untuk melakukan tindakan yang tidak populer," tambahnya.

Selama sepuluh tahun terakhir Kebun Binatang Surabaya dikelola oleh satu perkumpulan, Perkumpulan Flora dan Fauna Surabaya tetapi selama kurun waktu itu pula terjadi keributan antar pengurus.

"Lebih dari sepuluh tahun tidak ada perbaikan-perbaikan pembangunan fasilitas perkandangan di Kebun Binatang Surabaya sehingga situasinya sangat terpuruk," tutur Sumampau.

Sejak Februari 2010 pemerintah mengambil alih pengelolaan kebun binatang dan menunjuk tim sementara untuk mengoperasikan kebun binatang yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tersebut.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.