Terbaru  22 Agustus 2010 - 15:11 GMT

Pengakuan bekas pemilik Harrods

Al Fayed

Al Fayed menulis surat kepada Sunday Telegraph

Mantan pemilik pusat perbelanjaan mewah di London Harrods, Mohamed Al Fayed mengatakan dia memerintahkan agar surat-surat pengesahan istana Inggris atas berbagai produk yang dijual di tokonya dihancurkan pada tahun 2000.

Dia mengatakan surat-surat pengesahan dari Ratu, suami Ratu, Pangeran Charles dan mendiang Ibu Ratu merupakan "kutukan" bagi toko.

Al Fayed mengeluarkan pernyataan itu melalui surat kepada surat kabar The Sunday Telegraph.

Harrods kali pertama mengantongi surat pengesahan istana tahun 1913 dan setiap surat ditinjau ulang setiap lima tahun sekali.

Perpanjangan surat pengesahan biasanya tergantung pada berapa sering toko tersebut digunakan oleh keluarga kerajaan.

Empat surat pengesahan dilepas di Harrods dan kemudian dibakar 10 tahun lalu.

Ketika itu, kata Al Fayed, pihaknya memutuskan untuk tidak memperpanjang surat karena baik Ratu Elizabeth maupun Pangeran Charles tidak berbelanja lagi di tokonya selama beberapa tahun.

"Saya meminta surat-surat dilepaskan. Kemudian saya minta surat-surat dibakar. Surat-surat itu merupakan kutukan dan bisnis meningkat tiga kali setelah surat dicabut."

Taipan kelahiran Mesir tersebut menjual toko serba ada di Knightsbridge, London sebesar £1.5 miliar kepada keluarga kerajaan Qatar Mei lalu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.