Pakar usulkan ijin penjualan ganja

Image caption Seorang pakar menganggap kriminalisasi terhadap ganja tidak efektif mengurangi peredaran tanaman ini

Seorang pakar obat-obatan di Inggris menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penjualan ganja berizin untuk keperluan rekreasi.

Peneliti bernama Profesor Roger Pertwee ini menyuarakan idenya ini dalam festival Asosiasi Ilmu Pengetahuan Inggris di Birmingham.

Profesor Pertwee memang diduga akan mengusulkan sebuah solusi radikal sebab menurut pertimbangannya kebijakan pemerintah untuk mengkriminalisasi ganja atau cannabis ternyata tidak efektif mengurangi peredarannya.

Namun, pemerintah justru berfikir sebaliknya. Pemerintah tetap menganggap dekriminalisasi juga tidak akan efektif memberantas peredaran tanaman memabukkan ini.

Tahun lalu, pemerintah Inggris memberhentikan Profesor David Nutt sebagai penasihat soal obat-obatan karena mengajukan usulan serupa.

Keputusan itu menunjukkan betapa pemerintah Inggris menutup diri untuk mempertimbangkan mengendurkan status ganja sebagai obat-obatan ilegal kelas B.

Nah, Profesor Pertwee yang merupakan pakar bahan-bahan kimia dari cannabis di hadapan para ilmuwan yakin bahwa kebijakan pemerintah mengkriminalisasi ganja menghasilkan lebih banyak kerusakan ketimbang perbaikan.

"Saya membicarakan soal mengurangi dampak kerusakan," kata Prof Pertwee kepada BBC News.

"Saat ini kita sedang menghadapi banyak kerusakan akibat kebijakan ini. Anak-anak mencari pengedar obat-obatan untuk mencoba dan menanam sendiri ganja. Dan akhirnya mereka berhadapan dengan hukum," kata Pertwee.

"Dan selain itu, akibat bergaul dengan para kriminal maka mereka akan jatuh ke dalam obat-obatan lain," tambah peneliti dari Universitas Aberdeen itu.

Untuk mengurangi dampak kerusakan itu, Prof Pertwee mendesak akan pemerintah mempertimbangkan pembentukan sebuah komite untuk memberi izin penjualan ganja untuk keperluan rekreasi.

Image caption Pemerintah Inggris tidak sepakat dengan ide legalisasi ganja

"Anda harus memikirkan tentang izin penjualan bagi pedagang tertentu dan langkah selanjutnya adalah memasarkannya, memberi merek yang membuat orang tertarik, tanpa mengurangi keamananya," papar Pertwee.

Dan, lanjut Pertwee, produk ganja berizin tidak boleh dijual dalam bentuk seperti rokok. Selain itu produsen harus membuat produk yang tidak merusak paru-paru konsumen dan tidak boleh dijual kepada warga di bawah usia 21 tahun.

Namun, usulan ini langsung ditolak pemerintah.

"Ada banyak bukti bahwa ganja adalah obat-obatan berbahaya yang merusak kesehatan mental baik dalam jangka pendek dan panjang," kata seorang juru bicara pemerintah.

"Bahkan bagi mereka yang jarang mengkonsumsi ganja, dampaknya juga sangat berbahaya bagi mereka yang mengidap sejumlah penyakit," tambah sang jubir.

"Pemerintah tidak yakin dekriminalisasi ganja merupakan pendekatan yang tepat. Prioritas kami sangat jelas: kami ingin mengurangi penggunaan obat-obatan, memberantas kejahatan terkait obat-obatan ilegal dan membantu pecandu melepaskan ketergantungan mereka," pungkasnya.