Terbaru  22 September 2010 - 13:50 GMT

Titanic karam karena salah setir

titanic

Bersama Titanic tenggelam pula lebih dari 1.500 penumpang

Kapal Titanic menabrak gunung es dan karam dalam pelayaran perdana pada 1912 karena kesalahan menyetir.

Demikian menurut penulis Louise Patten yang memaparkan detik-detik terakhir Titanic dalam buku terbarunya.

Patten, yang juga cucu Charles Lightoller, perwira yang bertugas di kapal Titanic, mengatakan fakta ini ditutupi selama hampir 100 tahun karena khawatir akan menodai reputasi Lightoller.

Lightoller, dalam perjalanan hidupnya kemudian, menjadi pahlawan perang.

Menurut Patten, Lightoller tidak memaparkan fakta ini kepada tim penyelidik Inggris dan Amerika Serikat, dengan harapan pemilik Titanic tidak bangkrut dan para pegawai di perusahaan pelayaran tidak di-PHK.

"Kecelakaan ini bisa dihindari seandainya awak kapal tidak melakukan kesalahan fatal," kata Patten dalam wawancara dengan koran Inggris Daily Telegraph.

"Seharusnya kapal disetir ke kiri begitu gunung es terlihat jelas di depan. Namun juru setir, Robert Hitchins, panik dan menyetir ke kanan," kata Patten.

Tenggelam lebih cepat

Ia menjelaskan perpindahan dari sistem kapal layar ke kapal bertenaga uap menyebabkan dua sistem setir.

Andai saja Titanic dihentikan dan menunggu kapal penyelamat datang, mungkin tidak ada korban jiwa dalam insiden ini

Louise Patten

Kedua sistem ini berbeda sama sekali dan satu gerakan yang sama akan membuat kapal menuju dua arah yang berlawanan, berdasarkan dua sistem tersebut.

"Bila terjadi kesalahan, awak kapal hanya memiliki waktu empat menit untuk mengubah arah kapal," ungkap Patten.

"Ketika perwira kapal menyadari kesalahan Hitchins, semuanya sudah terlambat."

Kakek Patten tidak bertugas ketika Titanic menabrak gunung es, namun hadir di pertemuan para perwira sebelum kapal tenggelam.

Dalam pertemuan ini terungkap pula bahwa direktur perusahaan kapal yang mengoperasikan Titanic, J. Bruce Ismay, memaksa kapten untuk terus berlayar, membuat kapal tenggelam lebih cepat beberapa jam.

"Andai saja Titanic dihentikan dan menunggu kapal penyelamat datang, mungkin tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," kata Patten.

RMS Titanic tercatat sebagai kapal penumpang terbesar di dunia ketika meninggalkan kota pelabuhan Southampton, Inggris, menuju New York pada 10 April 1912.

Dalam perjalanan ini Titanic menghantam gunung es dan tenggelam. Bersama Titanic, tenggelam pula lebih dari 1.500 penumpang.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.