Film Nazi dirilis di Jerman

jud suss
Image caption Jud Suss menceritakan seorang Yahudi yang di eksekusi Nazi

Sebuah film kontroversial yang menceritakan tentang di balik layar film anti-Semit tahun 1940 telah dirilis di Jerman.

Film ini mengambil tema dibalik layar film dengan judul Jud Suss, sebuah film tak berperikemanusiaan yang sukses saat rezim Nazi berkuasa.

Jud Suss asli di sutradarai oleh Veit Harlan di tahun 1940, dipenuhi dengan serangan rasis yang sangat menjijikan dengan menggambarkan sosok Joseph Suss sebagai seorang yang tidak dapat dipercaya dan licik.

Film ini dibuat sebagai respon langsung dari film lain versi Inggris Inggris dengan judul Jew Suss, dibintangi aktor Jerman Conrad Veidthad yang dirilis tahun 1934. Film versi Inggris ini dilarang di Wina karena nada pro-Semit.

Tapi film Jud Suss dilarang pada tahun 1945 dan disimpan ditempat yang aman di pusat data film Jerman, dan hanya bisa dilihat jika menonton dengan didampingi oleh seorang pengajar agar memberikan penjelasan konteks sejarahnya.

Dalam kehidupan nyata Joseph Suss Oppenheimer adalah seorang ahli keuangan Yahudi yang dihukum mati di Stuttgart pada tahun 1738.

Film baru di balik layar

Kini film itu dibuat lagi oleh sutradara Oskar Roehler, dengan menggambarkan di balik layar pembuatan Jud Suss, film ini bercerita tentang keputusan aktor utama untuk bergabung dengan alasan dipaksa berperan karena propaganda menteri Josep Goebbels akan dirilis di Jerman.

Image caption Sutradara Oskar Roehler membuat versi baru film Jud Suss

Film di balik layar ini mengambil latar belakang di Third Reich, dimana aktor Ferdinand Marian, yang saat itu masih pendatang baru di industri film, harus memutuskan apakah dia menerima atau menolak peran utama dalam sebuah versi anti-Semit di cerita Joseph Suss.

Pada akhirnya Ferdinand Marian mau menerima tawaran peran tersebut guna mendongkrak karirnya dan sangat menyadari kalau Goebbels menginginkan dia tampil bagus.

Sekitar 20 juta orang Jerman pernah menonton Jud Suss sebelum perang berakhir dan juga pernah ditayangkan di seluruh kawasan Eropa yang dikuasai Nazi.

Beberapa warga Jerman mengkritik film versi terbaru karya Oskar Roehler ini dengan alasan lemah secara fakta sejarah dan perilaku karakter utama yang dianggap lemah.

Pencitraan Goebbels terutama saat adegan seks juga dianggap menggelikan.

Para pengkritik kebanyakan setuju kalau Sutradara Roehler mengubah terlalu banyak detil sejarah didalam film sebagai tindakan mengkritisi upaya propaganda nazi.

Sebelumnya film dibalik layar Jud Suss ini memancing kontroversi ketika ditayangkan di Festival Film Berlin awal tahun ini, demikian laporan wartawan seni BBC Vincent Dowd.

Awal tahun ini, Charlotte Knobloch, presiden Dewan Pusat Yahudi di Jerman mengatakan dia tidak senang dengan setiap film yang menggambarkan stereotip Yahudi.