Blackberry luncurkan pesaing iPad

Blackberry Playbook
Image caption Playbook lebih kecil dan lebih ringan dibanding iPad buatan Apple.

Produsen telepon genggam cerdas Blackberry meluncurkan produk komputer tablet layar sentuh pertamanya untuk menyaingi iPad.

Produk yang sudah lama ditunggu itu diluncurkan dalam konferensi para pengembang Blackberry di San Francisco.

Dibandingkan dengan iPad, produk ini disebut-sebut oleh pengamat teknologi dan piranti sebagai komputer tablet dengan orientasi bisnis pertama di dunia.

Menurut Research in Motion (RIM), produsen Blackberry, komputer tablet buatannya merupakan tablet terbaik untuk kalangan profesional yang ada saat ini.

"Dilengkapi fitur dan salah satu sistem operasi yang paling fleksibel di dunia,"kata Mike Lazaridis, Direktur Utama RIM.

"Ini salah satu saat paling menyenangkan dalam sejarah kami," tambah Lazaridis.

Pesaing utama

Menurut analis, produk yang disebut Playbook itu, akan menjadi pesaing utama iPad, besutan Apple.

"Bukan cuma alat yang bisa digunakan untuk bersenang-senang tetapi benar-benar bisa membuat orang memanfaatkannya untuk memudahkan kerja,"kata Stuart Miles, editor pada situs teknologi telepon genggam, Pocket-Lint.

"Namun masih harus dibuktikan pakah RIM benar-benar mampu menyediakan aplikasi baru dengan sistem operasi yang dijanjikannya,"tambah Miles.

Minat Blackberry menyaingi iPad mudah dimengerti setelah produk terbaru Apple itu laku enam juta buah hanya dalam tempo enam bulan sejak diluncurkan.

Celah pasar

Image caption Dalam enam bulan Apple mampu menjual enam juta unit iPad.

Secara fisik ukuran layar Playbook lebih kecil dari iPad dan lebih ringan.

Dari sudut ini saja, nampaknya Playbook diharapkan akan lebih disukai orang-orang yang banyak bergerak, seperti mereka yang saat ini sudah menggunakan Blackberry sehari-hari.

Isu kunci lain yang juga dijual Playbook adalah kemampuannya memutar video dengan Flash, perangkat lunakpaling populer untuk memutar gambar bergerak di Internet.

Piranti dari Apple tidak menggunakan Flash karena perusahaan itu bersengketa dengan Adobe, yang memproduksi teknologi video seperti Flash.

Meski menurut pengamat, penempatan Playbook lebih bagus dibanding strategi penjualan pesaing-pesaing iPad lain, produk Blackberry dipandang hanya akan meraih celah pasar yang gagal diraih iPad.

Jadi Playbook tampaknya tidak mampu menjadi perebut pangsanya.

Berita terkait