Terbaru  16 Desember 2010 - 02:26 GMT

Tokyo larang manga untuk anak dan remaja

manga

Komik sangat digemari anak-anak dan orang dewasa di Jepang

Tokyo melarang penjualan dan persewaan komik dan film kartun yang menampilkan adegan perkosaan dan kejahatan seksual kepada anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

Larangan tersebut tercantum dalam peraturan yang diterapkan oleh pemerintah kota Tokyo.

Peraturan ini meminta semua produsen komik (manga) dan film kartun Jepang (anime) untuk tidak memproduksi penerbitan dan film yang terlalu vulgar.

Bila peraturan ini dilanggar penerbit dan produser film bisa dikenai denda hingga 300.000 yen atau setara dengan Rp32 juta.

Gubernur Shintaro Ishihara yang mengusulkan peraturan tersebut mengatakan legislasi ini memang sudah seharusnya disetujui.

Menuai protes

"Ini adalah cermin kesadaran masyarakat Jepang," ujar Gubernur Ishihara.

"Anda tidak bisa mempertontonkan gambar-gambar semacam ini kepada anak-anak kita," kata Ishihara.

Namun sejumlah penerbit menentang peraturan ini dan menyebutnya sebagai pemberangusan kebebasan berpendapat.

Mereka juga mengancam akan memboikot festival internasional film kartun Jepang di Tokyo Maret mendatang.

"Para pengarang dan produser film kartun keberatan dengan larangan tersebut," kata juru bicara asosiasi penerbit manga.

Komik dan film kartun sangat populer di Jepang.

Tema yang diangkat sangat beragam mulai dari sastra klasik, kisah asmara murid SMA, hingga tema-tema yang kadang mengangkat pornografi dan kekerasan seksual.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.