Peti mati pembunuh JFK laku Rp 800 juta

Peti mati Lee Harvey Oswald
Image caption Makam Oswald digali lagi pada 1981 untuk meredam teori konspirasi

Peti mati Lee Harvey Osward, orang yang membunuh Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, dijual dalam lelang seharga hampir US$90.000 (sekitar Rp 800 juta).

Pihak pelelang di Los Angeles mengatakan dua pembeli bersaing untuk mendapat peti mati itu dalam lelang yang dimulai seharga US$1.000.

Oswald, yang dibunuh tidak lama setelah ditahan karena penembakan tahun 1963 itu, dimakamkan kembali dengan peti mati baru tahun 1981 setelah jandanya meminta agar kuburnya digali kembali.

Pihak pengurus pemakaman di Texas menyimpan peti mati lama dan menjualnya dalam lelang.

"Apa pun yang terkait dengan pembunuhan JFK terjual dengan harga tinggi," kata pihak pelelang Nate D Sanders.

Pembeli belum berkomentar soal peti mati itu.

Oswald ditahan satu jam setelah Presiden Kennedy ditembak mati di Dallas tanggal 22 Desember, 1963.

Oswald sendiri ditembak dua hari kemudian dan tidak pernah diadili.

Penembakan ini menimbulkan sejumlah teori konspirasi tentang siapa yang sebenarnya membunuh JFK dan mengapa Lee Harvey Oswald dibunuh.

Kuburannya digali kembali tahun 1981 untuk meredam berbagai teori ini. Salah satu teori menyebutkan orang yang dimakamkan adalah agen Soviet yang menggunakan identitas Oswald untuk melakukan pembunuhan itu.

Lelang di Los Angeles termasuk alat-alat yang digunakan untuk membalsam jenazah Oswald, sertifikat kematiannya serta kartu Paskah yang ia kirim untuk saudara laki-lakinya, dan juga kursi mobil yang digunakan Presiden Kennedy saat ditembak.