Malaysia tahan puluhan remaja di Hari Valentine

Terbaru  15 Februari 2011 - 15:41 GMT
Sebagian umat Islam Malaysia mengikuti kampanye Awas Jerat Hari Valentine di Putrajaya

Sebagian umat Islam Malaysia mengikuti kampanye Awas Jerat Hari Valentine di Putrajaya

Aparat keagamaan Malaysia menahan sedikitnya 80 warga muslim dalam operasi untuk mencegah mereka ikut merayakan Hari Valentine.

Petugas merazia beberapa hotel murah di negara bagian Selangor dan ibukota, Kuala Lumpur, dan menahan sejumlah pasangan muslim yang ditemukan di kamar.

Jabatan Kemajuan Agama Islam Malaysia (JAKIM) menyatakan perayaan Hari Valentine itu identik dengan praktik asusila.

Mereka yang ditahan bisa dipenjarakan hingga dua tahun jika terbukti bersalah.

Kampanye anti-Hari Valentine digulirkan oleh aparat agama Islam sejak fatwa ikut merayakan Valentine haram bagi warga muslim dikeluarkan pada tahun 2005.

'Tidak patut'

Senin malam, petugas penegak ajaran agama meluncurkan razia terkoordinir dengan sasaran hotel murah meriah dan taman-taman umum di Selangor dan Kuala Lumpur.

Di Selangor saja, petugas mengatakan 80 orang ditahan atas tuduhan berkhalwat atau berduaan.

Syariah Islam melarang lelaki dan perempuan yang berstatus bukan suami-istri beristri berduan.

Di Kuala Lumpur, para pejabat menahan 16 orang yang kebanyakan remaja muslim, yang dilaporkan membayar sekitar 50 ringgit (sekitar Rp 150.000), lapor kantor berita AFP.

Razia itu bermula dari kampanye Awas Jerat Hari Valentine yang digulirkan pekan lalu oleh aparat JAKIM pekan lalu.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyebut perayaan Hari Valentine yang tahun ini jatuh pada hari Senin ''tidak patut'' bagi warga muslim.

Kampanye anti-Hari Valentine hanya ditujukan ke warga muslim Malaysia. Sekitar dua per tiga dari 28 juta penduduk Malaysia memeluk Islam.

Tetapi tidak semua warga Muslim Malaysia mendukung kampanye anti-Valentine.

Sedangkan organisasi-organisasi hak asasi manusia berpendapat larangan merayakan Hari Valentine akan merusak citra Malaysia sebagai negara muslim moderat dan progresif.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.