Sidang sengketa hak cipta Star Wars

Terbaru  8 Maret 2011 - 07:09 GMT

Pakaian pasukan stormtroopers inilah yang menjadi sumber sengketa.

Mahkamah Agung Inggris memulai sidang tiga hari yang akan memutuskan pemilik hak cipta seragam pasukan Stormtroopers yang digunakan dalam film Star Wars tahun 1977.

Seorang desainer Inggris Andrew Ainsworth mengklaim dirinya berhak memproduksi dan menjual replika seragam itu sebab dialah yang menciptakan desain awalnya.

Namun, sutradara Star Wars George Lucas bersikukuh dialah pemilik hak cipta sah stormtrooper tersebut.

Andrew Ainsworth menciptakan helm putih dan seragam stormtrooper dalam bentuk gambar dua dimensi.

Tahun 2004, dia menjual dua buah helm asli stormtrooper melalui lelang dengan harga £60.000 atau sekitar Rp 850 juta.

Sejak itu Ainsworth menciptakan replika stormtrooper di bengkel kerjanya di Twickenham, Inggris dan dia menjual replika itu seharga £1.500 atau Rp21 juta.

Di tahun yang sama, Lucasfilm sebagai pemilik resmi merk dagang Star Wars menuntut Ainsworth di Amerika Serikat.

Pengadilan di AS memerintahkan agar Ainsworth membayar kerugian Lucasfilm sebesar £12,4 juta atau Rp !76 miliar.

Namun, tahun 2008 Ainsworth berhasil bebas dari putusan itu setelah mengajukan banding ke pengadilan tinggi Inggris.

Dan kini George Lucas berusaha untuk kembali memperoleh ganti rugi dengan mengajukan kasus ini ke Mahkamah Agung Inggris.

Sejumlah sutradara ternama seperti Steven Spierlberg, James Cameron dan Peter Jackson mendukung langkah hukum yang diambil Lucas.

Surat dukungan dari Spielberg rencananya akan dibacakan dalam sidang akhir pekan ini.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.