Injil dibubuhi stempel Depdagri Malaysia

Terbaru  19 Maret 2011 - 12:42 GMT
Kitab Injil

Sebanyak 5.000 Kitab Injil ditahan dulu oleh pihak berwenang dan diberi stempel nomer seri

Federasi Kristen Malaysia menuduh pemerintah menodai Injil karena membubuhi stempel nomer serial dan memberi segel pada 5.000 Injil yang diimpor.

"Setiap Injil diberi stempel nomer seri dan diberi segel pemerintah, segel resmi departemen terkait, dan juga kata-kata 'atas perintah Menteri Dalam Negeri'," kata Ketua Federasi Kristen Malaysia, Uskup Ng Moon Hing.

Uskup Hing menambahkan pembubuhan stempel pada Injil yang berisi kata "Allah" dilakukan tanpa persetujuan komunitas Kristen sehingga hal ini serupa dengan "penodaan Injil".

Menurut Federasi Kristem Malaysia yang menjadi wadah sebagian besar gereja di sana, dengan stempel berarti Injil itu diperlakukan sebagai barang terbatas.

Impor sebanyak 5.000 kitab tersebut ditahan dulu karena menggunakan kata "Allah" untuk merujuk Tuhan, lapor wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak.

Tak ada niat

Injil dalam bahasa Melayu sering disita atau ditahan oleh bea cukai Malaysia karena berisi kata "Allah". Pemerintah melarang warga non-Muslim menggunakan kata itu dalam penerbitan karena bisa membingungkan penduduk mayoritas Muslim, atau bisa digunakan untuk memurtadkan mereka.

Namun kalangan Kristen menegaskan mereka sebelumnya telah menggunakan kata "Allah" selama puluhan tahun tanpa insiden apapun.

Meski impor terbaru sebanyak 5.000 Kitab Injil ini akhirnya dilepaskan setelah diberi stempel, sejumlah organisasi Kristen tidak mau mengambil Injil dari bea dan cukai karena sudah ternodai.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, seperti dikutip media Malaysia, mengatakan pemberian stempel dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

"Tidak ada niat untuk menodai Injil. Kami tidak akan mempedulikan omongan seperti ini," katanya.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.