Kamboja batasi usia pria yang menikahi wanita lokal

Terbaru  21 Maret 2011 - 08:26 GMT
Cambodia Wedding

Beragam tanggapan atas kebijakan baru pernikahan campuran di Kamboja

Kamboja memberi syarat bagi lelaki asing yang ingin menikahi wanita lokal dengan peraturan harus berusia di bawah 50 tahun.

Pemerintah mengatakan kebijakan ini sebagai upaya untuk mencegah eksploitasi dan mempromosikan cinta sesungguhnya yang disebut sebagai ''pernikahan kejujuran'', karena disinyalir banyak wanita muda Kamboja mau menikahi pria tua warga negara asing dengan alasan materialistik.

Tetapi peraturan ini hanya berlaku bagi lelaki asing tidak bagi perempuan asing atau lelaki Kamboja yang ingin menikahi perempuan asing.

Sejumlah warga yang menjalani pernikahan campuran ini menyebut peraturan itu sebagai bentuk diskriminasi.

''Kami telah menikah selama 10 tahun, memiliki anak, kami baik-baik saja,'' kata Jim Gollogly seorang dokter asal Inggris yang menikahi istrinya warga Kamboja saat berusia 50 tahun.

''Saya rasa dia tidak ingin menceraikan saya, dan saya tidak melihat tidak perlu ada larangan.''

''Mereka mungkin mengira ada banyak lelaki tua datang dan mengambil gadis Khmer muda,'' kata Gollogly.

''Dan mereka berfikir kalau itu asusila. Tapi para wanita itu sudah legal berdasarkan usianya yang mencapai 18 tahun atau lebih, sehingga mereka berhak untuk menentukan sendiri keputusannya.''

Syarat pendapatan

Otoritas Kamboja tampaknya memutuskan kebijakan ini karena alasan estetis.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan, tidak cocok melihat seorang wanita muda Kamboja bersama seorang lelaki asing yang lebih tua.

Selain membatasi usia, peraturan ini juga mewajibkan lelaki asing muda yang ingin menikahi wanita Kamboja dengan syarat pendapatan setidaknya US$2.500 per bulan.

Angka itu jelas berlipat-lipat lebih banyak dari penghasilan rata-rata pria Kamboja.

Sebuah perayaan pernikahan tradisional Kamboja biasanya mencolok perhatian karena penuh dengan ornamen berwarna merah dan putih di sepanjang jalan menuju kediaman pengantin wanita, dan pengeras suara akan memperdengarkan musik perkawinan Khmer atau rapalan doa Budha.

Di pintu masuk akan terpampang foto mempelai wanita dan pria. Situasi inilah yang akan menjadi masalah karena bisa terlihat dengan jelas jika sang pengantin pria warga asing berusia diatas 50 tahun.

Jika peraturan ini diberlakukan maka kemungkinan besar pasangan campuran itu akan menikah tanpa memakai tradisi Khmer.

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.