Bob Dylan akan tampil di Cina untuk pertama kalinya

Terbaru  4 April 2011 - 06:56 GMT
Bob Dylan

Pesan politik dalam lagu Bob Dylan tidak lagi diminati anak muda Cina.

Penampilan penyanyi asal Amerika Serikat, Bob Dylan di Cina untuk pertama akan disaksikan oleh ratusan penggemarnya.

Selama berada Cina, Bob Dylan akan tampil di dua kota, Beijing dan Shanghai.

Meski tergolong artis gaek, pengaruh Dylan masih cukup diperhitungkan oleh sejumlah grup musik yang digawangi anak-anak muda dan kerap membawakan lagu-lagu bertema rock klasik.

Salah satunya adalah The Power Powder yang kerap tampil di sejumlah sudut kota Beijing.

"Kami sangat ingin menyaksikan penampilan Bob Dylan," kata penyanyi utama dan pemain gitar grup itu, Xiao Men.

"Kami telah mendengarkan lagu-lagunya sejak lama dan memang terpengaruh secara luar biasa oleh musiknya."

Untuk bisa tampil di Cina ternyata bukan perkara mudah buat musisi asal Amerika termasuk Bob Dylan.

Pemerintah Cina mengawasi secara ketat penampilan sejumlah musisi negara barat terlebih setelah penampilan Bjork tahun 2008 lalu.

Dalam penampilannya musisi asal Islandia itu menyampaikan dukungannya terhadap kemerdekaan warga Tibet.

Diawasi ketat

Kementerian Kebudayaan Cina dilaporkan harus memberi ijin terlebih dahulu kepada Dylan sebelym dia tampil pada dua pertunjukannya di Beijing dan Shanghai.

Pejabat setempat mengatakan penampilan musisi akan diawasi secara ketat untuk memastikan bahwa mereka memainkan daftar lagu yang telah disepakati sebelumnya.

Namun penggemar Dylan tampaknya tidak terlalu mempedulikan hal itu, asalkan mereka bisa melihat idolanya.

Untuk bisa menyaksikan penampilan Dylan mereka harus membayar harga tiket sebesar 980 yuan atau sekitar $150.

Kehadiran Dylan juga disambut oleh sejumlah penyuka musik rock dan sejumlah mantan aktivis pro demokrasi di Cina.

Professor Ten Jimeng Pengajar di Kajian Amerika, Universitas Kajian Luar Negeri Beijing, mengatakan lagu-lagu Dylan menjadi lagu yang ikut mengiringi aksi pro demokrasi Cina pada dekade 1980-an.

"Dylan merepresentasikan kebebasan, pemeberontakan anak muda dan partisipasi terhadap kehidupan sosial politik di sebuah negara," kata Prof Tan Jimeng.

Pesan politis

"Nilai nilai itu sangat cocok dengan etos warga Cina di tahun 1980."

Namun pada akhirnya aksi para aktivis pro demokrasi itu diberangus oleh pasukan keamanan Cina lewat peristiwa Tianamen tahun 1989.

Sekarang kata Prof Teng, anak muda yang menikmati lagu Bob Dylan sepertinya tidak lagi tertarik dengan pesan-pesan politik yang ada dalam lagunya.

Ledakan ekonomi yang terjadi di Cina dalam beberapa tahun belakangan ini membuat anak muda lebih tertartik untuk mencari uang dan menghabiksan waktu untuk bersenang-senang ketimbang terlibat dalam dunia politik.

"Dulu kita berbicara soal bagaimana menyelamtkan negara, tapi sekarang yang dibicarakan soal bagiamana kita kaya," kata Prof Teng dengan wajah murung sambil menunggu kurir yang mengantarkan tiket konser Bob Dylan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.