Misteri Monalisa mungkin bisa terpecahkan

Sejarawan seni Silvano Vinceti Hak atas foto AP
Image caption Vinceti mempelajari lukisan Mona Lisa di Museum Louvre selama berbulan-bulan

Sekelompok peneliti Italia akan mencoba mengidentifikasi wanita yang menjadi model lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dengan menggali kuburan wanita bangsawan Italia itu.

Ahli sejarah seni Silvano Vinceti yakin bahwa dengan mengambil tulang belulang wanita bernama Lisa Gherardini tersebut dia bisa membuktikan apakah dia menjadi model lukisan terkenal itu atau tidak.

Akte kematian Gherardini yang baru ditemukan akhir-akhir ini menyatakan dia meninggal tahun 1542 dan dimakamkan di sebuah biara di Florencia.

Penggalian akan dimulai di Saint Orsola bulan ini.

Misteri mengenai Mona Lisa dan senyumnya yang penuh teka-teki membuat penasaran para sejarawan seni selama lima ratus tahun.

"Kita akan bisa mengakhiri perdebatan selama ratusan tahun ini dan juga memahami hubungan Leonardo dengan model-modelnya," kata Vinceti kepada kantor berita AFP.

"Bagi dia, melukis juga berarti memberi gambaran fisik mengenai sifat-sifat dalam kepribadian mereka."

Rekonstruksi wajah

Dengan menggunakan teknik ilmiah, Vinceti mengatakan dia berharap akan bisa mengambil sampel DNA dari tengkorak Gherardini - istri seorang pedagang sutra kaya - dan merekonstruksi wajahnya.

Kelompok peneliti yang dipimpin Vinceti menyatakan sudah berhasil merekonstruksi wajah sejumlah seniman berdasarkan tengkorak mereka.

Bulan Juni lalu mereka telah mengidentifikasi tulang belulang seniman era Renaissance Italia, Caravaggio, dan menemukan kemungkinan penyebab kematiannya yang misterius.

Akan tetapi ada keraguan mengenai apakah menganalisa tulang belulang yang berumur ratusan tahun bisa menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Vinceti mempelajari maha karya Leonardo da Vinci itu selama berbulan-bulan. Dia mengklaim menemukan simbol-simbol yang tersembunyi dalam lukisan yang disimpan di Museum Louvre di Paris itu.

Dia percaya Gherardini mungkin merupakan model awal lukisan itu, namun da Vinci kemudian mengubah wajahnya, terinspirasi wajah murid laki-lakinya yang berusia muda yang diduga merupakan kekasih da Vinci.

Berita terkait