Sienna Miller tolak damai dengan tabloid Inggris

Terbaru  10 April 2011 - 09:57 GMT
Aktris Sienna Miller

Miller mengatakan terjadi pelanggaran besar atas privasinya

Pengacara aktris Inggris Sienna Miller menyatakan, kliennya akan melanjutkan gugatan hukum terhadap surat kabar Inggris News of the World.

Tabloid itu Klik mengeluarkan pernyataan maaf telah menyadap telepon dan mengakses voicemail atau rekaman pesan telepon milik sejumlah orang.

Setidaknya voicemail delapan selebriti dan politisi Inggris, termasuk Miller dan mantan Menteri Kebudayaan Inggris Tessa Jowell, terbukti dibobol oleh staf tabloid ini.

Setelah polisi melakukan penyelidikan panjang terhadap skandal ini, News of the World akhirnya meminta maaf dan menawarkan ganti rugi dengan nilai total £20 juta kepada orang-orang yang disadap.

Namun pengacara Sienna Miller, Mark Thomson menyatakan, kliennya tidak menerima tawaran ganti rugi apapun dari tabloid itu terkait kasus penyadapan dan pembobolan pesan telepon terhadapnya.

Thomson mengatakan: "Gugatan Sienna adalah berdasarkan pelanggaran besar-besaran terhadap privasinya. Yang dia inginkan adalah mencari kebenaran secara seutuhnya dan agar semua orang yang terkait skandal ini mempertanggungjawabkannya."

"Gugatan Sienna adalah berdasarkan pelanggaran besar-besaran terhadap privasinya. "

Mark Thomson, pengacara Sienna Miller

Saat ini ada 24 kasus gugatan terhadap surat kabar itu dari orang-orang yang menuding News of the World mengakses rekaman pesan telepon mereka tanpa izin, yang sedang disidang.

Kasus-kasus itu terjadi antara tahun 2004 dan 2006. Masih ada sejumlah selebriti dan politisi Inggris lain yang mengancam akan mengajukan gugatan yang sama terhadap NoW.

Pada tahun 2007, hasil penyelidikan yang dilakukan polisi menyebabkan seorang redaktur surat kabar itu dan seorang detektif swasta yang dipekerjakan koran itu dipenjara.

Pada hari Selasa (5/4) lalu mantan redaktur berita koran itu ditangkap atas dugaan terlibat mengakses pesan telepon sejumlah tokoh.

Pihak surat kabar News of the World, milik miliarder Rupert Murdoch, menyatakan mereka akan terus bekerja sama dengan polisi dalam kasus ini.

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.