Prancis kembalikan buku kuno Korea

Buku Korea Hak atas foto AFP
Image caption Kemasan berisi buku kuno dari dinasti Chosun tiba di museum nasional di Seoul.

Prancis mengembalikan tujuh puluh lima jilid buku kuno berisi rincian protokol kerajaan, 145 tahun setelah pasukan mereka menjarah perpustakaan di pulau Ganghwa.

"Uigue" atau buku bergambar berisi protokol mulai dari penobatan, perkawinan sampai pemakaman itu ditulis selama dinasti Chosun (1392-1910).

Buku-buku itu tiba di bandara Incheon, Korea Selatan, setelah dikeluarkan secara resmi dari perpustakaan nasional Prancis.

Seluruhnya terdapat 221 jilid buku dan akan dikembalikan ke Korea Selatan akhir Mei.

Pasukan Prancis membawa buku-buku itu ke Paris setelah menyerang perpustakaan kerajaan di pulau Ganghwa, sebagai pembalasan atas terbunuhnya misionaris Prancis.

Seorang pakar sejarah Korea menemukan buku itu pada tahun 1970-an di perpustakaan nasional Prancis dan berujung pada pertikaian diplomatik yang berpusat pada pengembalian buku.

Pada tahun 1993, presiden Francois Mitterrand sepakat untuk mengembalikan sejumlah buku di tengah upaya Prancis untuk menggolkan kontrak kereta api berkecepatan cepat dengan Korea Selatan.

Tahun lalu dalam pertemuan puncak G20 di Seoul, Presiden Nicolas Sarkozy sepakat untuk mengembalikan semua buku.

Pemerintah Korea Selatan menggambarkan buku-buku itu sebagai bagian membanggakan dari peninggalan budaya Korea.

Buku-buku itu akan dipamerkan di museum nasional Korea Selatan dari bulan Juli sampai September.