Kurs yuan cetak rekor baru

Terbaru  30 Mei 2011 - 20:30 WIB
Amerika Serikat beberapa kali mengkritik Cina soal kurs yuan terhadap dollar

Amerika Serikat beberapa kali mengkritik Cina soal kurs yuan terhadap dollar

Kurs yuan mencapai rekor tertinggi terhadap dollar setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan nilai mata uang tersebut dipatok dengan nilai lebih rendah dan tidak dimanipulasi.

Bank Rakyat Cina (PBOC) mematok kurs tengah yuan pada posisi 6,4856 terhadap dollar AS hari Senin (30/5).

Pemerintah Cina dituding oleh Amerika Serikat dan beberapa negara ekonomi maju lain mempertahankan nilai mata uangnya dengan mengesampingkan kondisi riil untuk memperkuat ekspornya.

Cina adalah eksportir terbesar di dunia.

Amerika dan beberapa negara ekonomi kuat lain pernah menyatakan kebijakan Cina menjaga kurs mata uangnya agar tetap rendah memberikan keuntungan yang tidak adil bagi para pengusaha Cina.

Juga ada kekhawatiran bahwa kebijakan kurs Cina adalah salah satu penyebab ketimpangan tajam dalam perdagangan negara itu dengan para mitra bisnisnya.

Tekanan domestik

Beberapa pihak Amerika berkali-kali mendesak agar pemerintah mereka mencap Cina sebagai negara yang memanipulasi mata uang atas alasan kebijakan kurs dan keengganan Beijing untuk mengizinkan kurs yuan bergerak bebas di pasar.

Namun, Cina bersikukuh menyatakan meski negara itu bersedia membiarkan yuan mengalami apresiasi terhadap dollar, laju apresiasi kurs yuan harus bertahap.

Menurut Cina, kenaikan mendadak yuan tidak hanya akan merugikan sektor ekspor negara itu, tapi juga mendatangkan dampak negatif bagi keseluruhan ekonomi.

Dalam laporan yang diterbitkan hari Jumat (27/5), Depkeu AS mengatakan meski mata uang Cina dipatok dengan harga yang lebih rendah dari semestinya, negara itu tidak melakukan manipulasi kurs.

Para analis menyatakan bahwa, meski banyak pihak menekan pemerintah AS dari dalam negeri, tampaknya Depkeu AS ikut merasakan kekhawatiran Cina mengenai kenaikan tajam kurs yuan.

"Manipulasi mengandung konotasi negatif. Tujuan yang dikehendaki [dengan istilah itu] adalah menyesatkan", kata Peter Esho, analis pasar di City Index.

"Mereka mengakui bahwa niat (Cina) bukanlah untuk menyesatkan," kata Esho.

Dalam upaya untuk memperlihatkan niatnya untuk membiarkan kurs yuan naik, Cina mengendurkan patokan yuan terhadap dollar AS bulan Juni 2010.

Yuan menguat lebih dari 5% terhadap dollar sejak langkah tersebut ditempuh Cina.

Namun, laporan baru yang dikeluarkan Depkeu AS menyatakan kenaikan itu masih belum memenuhi harapan mereka.

Banyak analis berpandangan Cina mencoba memastikan apreasiasi kurs mata uangnya menimbulkan dampak sekecil-kecilnya bagi ekonomi negara tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.