Filipina serukan warga makan jagung

Biji jagung Hak atas foto
Image caption Banyak warga Filipina lebih menyukai beras dibanding jagung karena sudah terbiasa makan nasi

Departemen Pertanian Filipina meluncurkan program untuk mendongkrak konsumsi jagung sebagai salah satu upaya mengurangi impor beras.

Menurut departemen pertanian, jagung lebih murah dan lebih sehat dibanding beras.

"Kami menemukan bahwa jagung lebih baik dibanding beras karena kandungan indeks glimeknya rendah, artinya pencernaannya lebih lama. Inilah makanan yang tepat bagi penderita diabetes karena kandungan gulanya tidak akan naik," kata Dr Artemio Salazar, kepala program promosi makan jagung.

Di pasar-pasar Filipina, lapor Wartawan BBC di Manila Kate McGeown, komoditi yang paling dominan memang adalah beras dan dari segi harga, beras lebih mahal. Harga beras tercatat sekitar Rp8.000 per kilo sedangkan harga jagung hanya sekitar Rp5.000 per kilo.

Bila semakin banyak warga Filipina mengkonsumsi jagung maka negara itu tidak perlu mengimpor beras dalam jumlah besar seperti sekarang.

Tahun lalu Filipina tercatat sebagai negara pengimpor beras terbesar dan pemerintah berusaha mencari cara-cara menekan jumlah impor beras.

Namun Dr Salazar mengakui upaya pemerintah ini menemui rintangan karena pada dasarnya masyarakat Filipina suka makan nasi.

"Rintangan kami adalah perspektif warga. Saya paham ini adalah tugas yang sulit karena sulit mengubah budaya," jelas Salazar.

Jagung putih yang telah dijadikan tepung tampak seperti beras, bahkan terasa seperti nasi tetapi bagi banyak warga Filipina, jagung adalah tetap jagung, tidak sama dengan nasi.

Berita terkait