Ancaman denda berat bagi produsen makanan

Terbaru  10 Juni 2011 - 19:40 WIB
suasana di sebuah toko makanan minuman di Taiwan

Aparat Taiwan berusaha memastikan keamanan produk makanan dan minuman terjamin

Pemerintah Taiwan memperkeras sanksi untuk produsen makanan dan minuman yang menggunakan bahan kimia berbahaya.

Pemerintah menaikkan besaran denda maksimum dari $10.000 ke $350.000.

Pelanggar kini juga mungkin dihukum kurungan hingga tujuh tahun, bukannya tiga tahun seperti yang berlaku sebelumnya.

Langkah ini ditempuh oleh pemerintah Taiwan ketika warga tengah sangat merisaukan keamanan makanan dan minuman yang mereka konsumsi.

Wartawan BBC Cindy Sui di Taipei melaporkan krisis keselamatan pangan mulai merebak setelah seorang pemeriksa produk pangan mendapati suatu bahan kimia yang bisa digunakan untuk pengolahan plastik di dalam produk minuman.

Tim petugas dari Departemen Kesehatan Taiwan belakangan mendapati dua perusahaan yang menjual bahan aditif ke beberapa produsen makanan utama di Taiwan menggunakan bahan kimia DEHP, bukannya minyak sawit, sebagai clouding agent untuk mempertahankan rupa makanan dan minuman.

Harga DEHP diketahui lebih murah daripada minyak sawit.

Gangguan hormon

Menurut Departemen Kesehatan, jika dikonsumsi dalam rentang waktu yang lama, DEHP bisa menyebabkan gangguan hormon pada anak-anak dan mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi mereka.

Bahan kimia yang sama juga didapati ikut menyebabkan kanker pada hewan, meski pengujian pada manusia belum mendatangkan kesimpulan yang pasti.

Pada akhir bulan Mei, badan pengawas makanan dan obat memerintahkan penarikan lebih dari 23.000 jenis produk dari rak toko, termasuk ratusan ribuan botol minuman olahraga dan sari buah.

Petugas inspeksi makanan juga mendapati bahan kimia DEHP dalam produk selai, sirup, jeli dan suplemen.

Produk-produk semacam kini dilarang dijual, kecuali setelah mendapat sertifikat yang memastikan mereka bebas dari bahan beracun.

Menurut laporan aparat kesehatan Taiwan, pemilik dua perusahaan yang didapati telah menggunakan bahan kimia DEHP untuk memproduksi bahan aditif telah ditahan dan terancam dijatuhi hukuman penjara 30 tahun.

Belum ada laporan tentang warga yang jatuh sakit akibat makanan dan minuman yang dibubuhi bahan kimia berbahaya.

Namun, krisis yang merusak reputasi industri makanan Taiwan.

Kalangan pedagang ritel telah kehilangan pemasukan sekitar 10 hingga 20 persen.

Beberapa negara yang mengimpor makanan dan minuman Taiwan, termasuk Cina, Filipina dan Amerika Serikat, telah menarik produk impor dari Taiwan yang dicurigai untuk memastikan jaminan keamanannya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.