Facebook bantah kehilangan pengguna

Terbaru  16 Juni 2011 - 09:17 WIB
facebook

Asia menempati urutan pertama dalam jumlah pengguna Facebook terbesar

Facebook membantah pemberitaan yang menyebutkan mereka kehilangan penggunanya.

Situs jejaring sosial ini justru mengatakan ''senang'' dengan pertumbuhan pengguna Facebook.

Data dari situs pengawasan Facebook, Inside Facebook, sebelumnya menyatakan bulan Mei, Facebook kehilangan enam juta pengguna di Amerika Serikat dan 100.000 di Inggris.

Tetapi Facebook, yang biasanya tidak memberikan komentar atas data statistik pihak ketiga ini justru mempertanyakan bagaimana data tersebut bisa didapat, karena menurut data yang dimiliki Facebook, justru menunjukan kebalikannya.

"Dari masa ke masa, kami melihat banyak berita tentang Facebook kehilangan pengguna di sejumlah kawasan. Sejumlah lapiran ini mengambil data dari perangkat iklan kami, yang hanya menghitung angka perkiraan iklan di Facebook dan bukan desain untuk menjadi sumber informasi atas pertumbuhan pengguna Facebook,'' jelas Facebook dalam sebuah pernyataan.

"Kami sangat senang dengan pertumbuhan kami dan bagaimana orang terlibat dalam Facebook,'' tambah Facebook.

Tumbuh

Sebelumnya data dari situs Inside Facebook mengklaim 1,5 juta orang Kanada meninggalkan situs jejaring sosial tersebut pada bulan Mei.

Tetapi secara keseluruhan Facebook tumbuh, dengan total pengguna mencapai 687 juta diseluruh dunia dengan banyak pengguna baru datang dari India, Filipina dan Indonesia.

Lembaga rating comScore juga memiliki angka yang berbeda. Kepada BBC mereka menyebutkan adanya pertumbuhan sebesar 21% di AS selama Mei, dan 368.000 pengguna baru di Inggris diantara bulan Februari hingga Mei.

Menurut comScore, rata-rata penggunaan waktu saat mengakses situs tersebut juga meningkat dari 21 menit perhari pada Desember 2009, menjadi 25 menit perhari di Desember 2010.

Pemikiran mengenai titik jenuh Facebook, dimana pengguna Facebook bosan dengan jejaring sosial sudah diperkirakan oleh sejumlah pengamat. Tetapi sejauh ini belum terbukti.

"Di beberapa negara berkembang penetrasinya mencapai 50%,'' kata Adrian Drury, kepala analis perusahaan rating Ovum.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.