Qantas-Rolls Royce pilih jalan damai

qantas A380 Hak atas foto B
Image caption Qantas adalah salah satu maskapai penerbangan yang mengoperasikan A380

Perusahaan jasa penerbangan Australia Qantas telah menyepakati kompensasi dengan produsen mesin pesawat Rolls-Royce atas insiden ledakan di salah satu pesawatnya.

Kompensasi itu berkaitan dengan insiden salah satu pesawat A380 Qantas yang harus melakukan pendaratan darurat akibat mesin salah satu pesawat raksasa itu meledak di atas Pulau Batam tidak lama setelah lepas landas dari Singapura pada 4 November 2010.

Pesawat tersebut akhirnya mendarat dengan selamat di Singapura.

Setelah insiden tersebut Qantas memutuskan menghentikan penerbangan keenam pesawat Airbus A380 miliknya tahun lalu.

Rolls-Royce akan membayar 95 juta dollar Australia (sekitar USD100 juta), kata Qantas.

Kompensasi dari perusahaan mesin pesawat tersebut ikut mendongkrak laba sebelum pajak Qantas untuk periode pembukuan yang berakhir 30 Juni 2011.

Chief Executive Qantas Alan Joyce mengatakan kompensasi itu menandai berakhirnya gugatan hukum yang diajukan perusahaannya terhadap Rolls-Royce bulan Desember.

"Qantas mengharapkan hubungan yang kokoh berlanjut dengan Rolls-Royce atas dasar penyelesaian yang diumumkan hari ini,'' kata pernyataan Qantas.

Insiden ledakan mesin Trent-900 buatan Rolls-Royce dianggap begitu serius, sehingga beberapa maskapai penerbangan lain menyusul Qantas segera menghentikan operasi semua pesawat yang menggunakan mesin yang sama.

Berita terkait